CILEGON, BANPOS – Menjelang akhir tahun, Pemerintah Kota Cilegon menyiapkan strategi baru untuk menahan laju inflasi, salah satunya dengan memperkuat gerakan penanaman cabai oleh PKK, ASN, dan masyarakat pada 2026.
Langkah itu diambil karena Cilegon bukan daerah produsen pangan, sehingga pasokan komoditas strategis masih bergantung pada suplai dari luar daerah.
Hal itu disampaikan oleh Walikota Cilegon, Robinsar, usai kegiatan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Aula Setda Cilegon, Selasa (18/11).
Kegiatan itu turut dihadiri Kpw Bank Indonesia Provinsi Banten, Biro Perekonomian Banten, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait.
Robinsar mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat stabilitas pasokan untuk menghadapi kebutuhan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Kami pastikan ketersediaan stok pangan aman untuk Nataru. Pemerintah juga akan melakukan inspeksi ke pasar untuk menjaga harga tetap stabil,” katanya, Selasa (18/11).
Ia menambahkan, salah satu penyebab utama kenaikan harga di Cilegon ialah keterbatasan produksi pangan lokal.
“Cilegon bukan daerah produsen, sehingga kami melakukan langkah antisipatif melalui kerja sama pasokan dengan daerah lain, termasuk MoU dengan pemasok dari Pandeglang,” ujarnya.
Sebagai penguatan, Pemkot akan kembali menggerakkan program penanaman cabai oleh seluruh elemen masyarakat pada tahun depan.
Program ini disebut penting untuk menekan tekanan inflasi dari komoditas yang selama ini paling sensitif terhadap gejolak harga.
“Kalau bahan pokok seperti cabai, bawang, tahun depan sudah saya niatkan mau digalakkan menanam cabe. Seperti ibu-Ibu PKK, ASN, masyarakat segala macam,” tuturnya.
Sementara itu, Deputi Kepala KPw BI Banten, Rawindra Ardiansyah, menyebut inflasi Cilegon saat ini berada dalam kondisi terkendali.
“Inflasi Cilegon di Oktober tercatat sekitar 2,5 persen, masih di bawah angka provinsi yang mencapai 2,75 persen. Posisi Cilegon menjadi urutan kedua terendah di Banten,” ucapnya.
Menurut Rawindra, karakteristik Cilegon yang bukan daerah produsen membuat pasokan sangat bergantung pada daerah surplus.
Ia menilai kerja sama antar daerah yang dilakukan pemerintah kota sudah berjalan baik.
“Laporan Bulog menyebutkan stok pangan hingga Desember aman,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Ia menambahkan, stabilisasi harga juga diperkuat melalui intervensi pasar.
“Pasar murah dari Pemkot Cilegon akan membantu menjaga harga sekaligus meringankan masyarakat,” tandasnya. (*)



Discussion about this post