SERANG, BANPOS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten menyoroti pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten. Berdasarkan informasi yang dihimpun BANPOS, hingga triwulan III tahun 2025, realisasi investasi di Banten telah mencapai Rp91 triliun atau 75 persen dari target Rp119 triliun. Pada triwulan II, pertumbuhan ekonomi Banten tercatat positif sebesar 5,33 persen.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Yeremia Mendrofa mengatakan, pertumbuhan ekonomi Banten kini sudah berkembang cukup baik. Meski demikian, menurutnya, pertumbuhan ekonomi tersebut masih belum berkualitas.
Dirinya menuturkan, saat ini angka pengangguran di Provinsi Banten masih terbilang cukup tinggi. Kini, Banten masih menduduki peringkat ke-4 nasional sebagai daerah dengan tingkat pengangguran tertinggi.
Meski ada tren penurunan angka pengangguran terbuka di Provinsi Banten. Kata dia, masih terjadi stagnasi atau penurunan yang tidak signifikan jika dibandingkan dengan arus investasi yang masuk di Provinsi Banten dan juga pertumbuhan ekonomi.
“Artinya bahwa investasi yang masuk sekarang ini belum menjawab secara signifikan pembukaan lapangan pekerjaan di Provinsi Banten,” ungkapnya, Senin (17/11).
“Kemudian yang berikutnya bahwa pertumbuhan ekonomi yang di atas 5 persen juga tidak secara signifikan memberikan peluang ke lapangan pekerjaan untuk masyarakat di Provinsi Banten. Artinya bahwa pertumbuhan ekonomi kita masih belum berkualitas dalam menjawab tantangan di Provinsi Banten,” sambungnya.
Legislator PDIP Banten itu mengatakan, hal ini harus menjadi perhatian serius semua pihak tentang bagaimana membentuk pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di Provinsi Banten.
“Bagaimana investasi bisa menurunkan, memberikan seluas-luasnya, membuka seluas-luasnya lapangan pekerjaan, dan juga menurunkan angka kemiskinan. Jadi itu baru namanya berkualitas,” paparnya.
“Karena kan angka pertumbuhan ekonomi kita kan cukup tinggi 5 persen. Tetapi penurunan angka pengangguran tidak berbanding lurus, gitu loh, atau tidak signifikan mempengaruhi penurunan angka pengangguran,” tambahnya.
Yeremia mengaku mengapresiasi capaian investasi yang melampaui target nasional. Tetapi, kata dia, capaian itu juga tidak berdampak signifikan dalam menurunkan angka pengangguran di Provinsi Banten.
“Itu yang menjadi perhatian pemerintah,” katanya.(*)



Discussion about this post