Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Sektor Pertanian Lebak Sumbangkan Ekonomi Terbesar Bagi Masyarakat

by Tim Redaksi
November 18, 2025
in EKONOMI
Sektor Pertanian Lebak Sumbangkan Ekonomi Terbesar Bagi Masyarakat

Petani di Kabupaten Lebak, Banten hingga kini sektor pertanian pangan padi menjadi andalan ekonomi masyarakat.

LEBAK, BANPOS – Sektor pertanian di Kabupaten Lebak, Banten menyumbangkan ekonomi terbesar bagi masyarakat, dan dapat meningkatkan kesejahteraan kehidupan mereka di daerah itu.

“Kita terus mendorong sektor pertanian menjadi sumber andalan ekonomi masyarakat,” kata Sekretaris Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak, Widy Ferdian, di Lebak, Selasa (18/11/2025).

Baca Juga

Indikator Keberhasilan GPM Jaga Stabilitas Harga Dipertanyakan

Maret 5, 2026
Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa

Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa

Februari 28, 2026
Di-tes Urine, Polda Banten Bebas Narkoba

Di-tes Urine, Polda Banten Bebas Narkoba

Februari 23, 2026
Pengobatan Gratis PDI Perjuangan Hadir untuk Warga Walantaka dan Curug

Pengobatan Gratis PDI Perjuangan Hadir untuk Warga Walantaka dan Curug

Februari 8, 2026

Berdasarkan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2024 sektor pertanian di Kabupaten Lebak menyumbangkan ekonomi terbesar dari sektor pertanian hingga mencapai 27,69 persen.

Selama ini, sektor pertanian yang menjadi andalan ekonomi masyarakat di antaranya produksi pangan padi, tanaman hortikultura dan palawija.

Bahkan, produksi komoditas pertanian tersebut dipasok ke pasar lokal di Banten, luar daerah, seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat hingga ekspor.

Produksi unggul sektor pertanian Kabupaten Lebak, di antaranya untuk tanaman pangan padi berupa beras, tanaman hortikultura buah-buahan durian, rambutan, manggis dan palawija, seperti jagung, dan umbi – umbian.

Selain itu juga sektor pertanian menyerap tenaga kerja cukup tinggi hingga ribuan orang.

“Kami berharap sektor pertanian itu kedepannya menjadi andalan ekonomi masyarakat, sehingga dapat mengurangi kemiskinan di pedesaan,” katanya.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar menambahkan, pemerintah daerah melarang alih fungsi areal persawahan yang merupakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) untuk dijadikan pemukiman, perkantoran maupun investasi.

Larangan alih fungsi lahan kawasan sawah sebagai LP2B itu sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Prabowo Subianto untuk menjaga kedaulatan pangan nasional.

Pemerintah daerah, menurut Deni, menjaga lahan pertanian yang subur agar tidak berkurang, sehingga ke depannya tidak menimbulkan krisis pangan.

Karena itu, lanjut Deni, Pemkab Lebak berkomitmen mendukung swasembada pangan dengan melindungi lahan LP2B agar tidak terjadi alih fungsi lahan.

Bahkan, menurut dia, Bupati Lebak telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor B.900.1.13.1/224- Bapenda/IX/2025 tentang Pendataan Lahan Pertanian dengan mengajak camat dan kepala desa untuk mendata dan memverifikasi NOP SPPT PBB-P2 lahan pertanian.

Langkah itu, kata Deni, menjadi dasar pemberian insentif berupa pembebasan PBB-P2 bagi petani yang lahannya termasuk dalam LP2B.

Dengan kebijakan tersebut, ia mengatakan Pemkab Lebak ingin memastikan lahan pertanian tetap terjaga dan petani semakin sejahtera, sehingga upaya menuju kemandirian dan ketahanan pangan daerah bisa terwujud bersama.

“Kami mengapresiasi usaha sektor pertanian dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dan kesejahteraan, sehingga perlu adanya perlindungan,” kata lelaki alumni Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Tambakbaya, Ruhiana, mengatakan, selama ini tingkat kesejahteraan petani diwilayahnya sebanyak 150 orang dinilai relatif baik dan mereka bisa menghasilkan pendapatan ekonomi dari pertanian pangan mencapai Rp32,5 juta per musim panen per empat bulan.

“Pendapatan Rp32,5 juta dengan rata-rata produksi 5 ton gabah kering pungut dan harga Rp6.500 per kilogram,” katanya .(ANTARA)

Tags: BantenDKI JakartaKepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni IskandarKetua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Tambakbaya RuhianaSekretaris Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak Widy Ferdian
ShareTweetSend

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

Indikator Keberhasilan GPM Jaga Stabilitas Harga Dipertanyakan

Maret 5, 2026
Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa
PEMERINTAHAN

Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa

Februari 28, 2026
Di-tes Urine, Polda Banten Bebas Narkoba
HUKRIM

Di-tes Urine, Polda Banten Bebas Narkoba

Februari 23, 2026
Pengobatan Gratis PDI Perjuangan Hadir untuk Warga Walantaka dan Curug
POLITIK

Pengobatan Gratis PDI Perjuangan Hadir untuk Warga Walantaka dan Curug

Februari 8, 2026
Asik, WP Taat Bayar Pajak Kini Langsung Diganjar Hadiah
PEMERINTAHAN

Asik, WP Taat Bayar Pajak Kini Langsung Diganjar Hadiah

Februari 6, 2026
Gubernur Andra: Kepala Daerah Harus Siap Dicaci Dimaki
PEMERINTAHAN

Gubernur Andra: Kepala Daerah Harus Siap Dicaci Dimaki

Januari 29, 2026
Next Post
Pemprov Banten Perketat Pengawasan Tambang Atasi Kemacetan Bojonegara

Pemprov Banten Perketat Pengawasan Tambang Atasi Kemacetan Bojonegara

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh