SERANG, BANPOS — Rancangan APBD Kota Serang Tahun 2026 diproyeksikan mengalami defisit sebesar Rp44 miliar. Meski menghadapi tekanan fiskal tersebut, Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menegaskan bahwa Pemkot Serang tetap memprioritaskan pelayanan dasar masyarakat sebagai arah utama kebijakan anggaran.
Dalam penyampaian nota pengantar keuangan R-APBD 2026 di Gedung DPRD Kota Serang, Senin (17/11), Agis memaparkan bahwa pendapatan daerah tahun depan diproyeksikan sebesar Rp1,487 triliun. Sementara total belanja daerah mencapai Rp1,531 triliun, sehingga menimbulkan selisih defisit sebesar Rp44,3 miliar. “Dengan demikian, R-APBD Tahun 2026 mengalami defisit sebesar Rp44.316.545.974,” ujar Agis.
Namun defisit tersebut dapat ditutupi melalui penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp54,8 miliar yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya. Setelah dikurangi pengeluaran pembiayaan sebesar Rp10,5 miliar, Pemkot memastikan pembiayaan netto tetap berimbang tanpa menyisakan SiLPA. “Dengan demikian, pembiayaan netto berimbang dan SiLPA tahun berkenaan nihil,” jelasnya.
Komitmen Pelayanan Publik Tetap Utama
Agis menegaskan bahwa meski menghadapi tekanan anggaran, Pemkot Serang berkomitmen penuh menjaga kredibilitas dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Ia memastikan setiap rupiah yang dialokasikan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama peningkatan kualitas pelayanan publik. “Setiap anggaran dipastikan benar-benar digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas pelayanan publik di Kota Serang,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa APBD 2026 disusun sebagai fondasi yang kuat untuk mendorong pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Ajak Kolaborasi Hadapi Tantangan
Agis juga mengingatkan bahwa tantangan pembangunan ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak—baik eksekutif, legislatif, hingga masyarakat—untuk memperkuat kolaborasi agar target pembangunan dapat tercapai secara optimal.
“Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi yang baik antara eksekutif dan legislatif, kami optimis rancangan APBD 2026 ini dapat dijalankan dengan baik untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)











Discussion about this post