SERANG, BANPOS – Demi memastikan lingkungan sekolah tetap rapi dan nyaman, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, memilih melakukan inspeksi mendadak tanpa pemberitahuan bahkan ia menyebut dirinya rela menjadi “Jelangkung” yang datang tiba-tiba ke sekolah-sekolah.
Ungkapan itu disampaikan Nuri saat meninjau kondisi SDN Cipocok Jaya 2 pada Selasa (18/11) malam.
Sidak malam dilakukan untuk melihat kondisi sekolah dalam keadaan paling alami, tanpa persiapan apa pun.
“Ini seperti Jaelangkung. Datang tak diundang, pulang tak diantar oleh mereka (pihak sekolah),” ujarnya kepada wartawan.
Nuri menegaskan bahwa langkah yang ia ambil bukan untuk membangun citra, tetapi sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan pendidikan.
Menurutnya, kunjungan malam justru memberikan gambaran paling objektif.
“Ini memang di luar nalar kita, tapi justru di luar nalar ini lebih riil, lebih objektif, dan tanpa rekayasa apapun. Ini sedang membangun cinta di antara satu pendidikan, bukan sedang mengelola citra,” katanya.
Ia menyebut, sejak dilantik pada 1 September, dirinya telah mendatangi hampir 40 sekolah dari total 250 lebih sekolah di Kota Serang. Kunjungan dilakukan pagi atau malam, tergantung waktu yang tersedia.
“Kita memang sudah membiasakan diri untuk jalan. Kalau tidak pagi, malam,” jela Nuri.
Dalam sidak malam itu, Nuri menilai SDN Cipocok Jaya 2 telah memenuhi indikator kebersihan, penataan taman, dan kenyamanan lingkungan belajar.
“Alhamdulillah, SDN Cipocok Jaya 2 telah membuktikan dirinya menjadi bagian sekolah yang sudah siap,” terangnya.
Nuri juga mengingatkan pentingnya kerja sama antara sekolah dan masyarakat sekitar agar lingkungan belajar tetap terjaga. Ia menyebut upaya tersebut sekaligus mendukung standar Adiwiyata.
“Sekolah bukan hanya milik sekolah, tapi harus juga memastikan lingkungannya bersih. Kolaborasi bersama RT, RW, masyarakat untuk menjaga lingkungan bersih, sekolah bersih,” jelasnya.
Ia berharap sekolah dapat menjadi tempat yang teduh dan menyenangkan, terutama bagi anak-anak yang tinggal di kawasan padat penduduk.
“Saya ingin sekolah itu tempat indah bagi murid-murid yang hidup di gang-gang, hidup di perkotaan yang memang ada sedikit kumuh,” tegasnya.
Nuri memastikan sidak seperti ini akan terus dilakukan hingga seluruh sekolah di Kota Serang tersentuh kunjungan.
“Insyaallah semua sekolah saya datangi,” tandasnya. (*)

Discussion about this post