RANGKASBITUNG, BANPOS – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Lebak mencatat penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) masih sangat rendah. Mayoritas pasangan usia subur di daerah ini masih mengandalkan alat kontrasepsi jangka pendek seperti pil, suntik, dan kondom.
Plt. Kepala DP3AP2KB Lebak, Dedi Lukman Indepur menjelaskan, MKJP meliputi alat kontrasepsi seperti IUD, implan, serta metode permanen Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi. Namun, minat masyarakat terhadap metode jangka panjang tersebut masih minim.
“Penggunaan kontrasepsi jangka pendek masih mendominasi. Sementara yang jangka panjang baru sekitar 11,9 persen. Kita sedang mendorong agar angka ini terus meningkat supaya pengendalian jumlah peserta KB bisa lebih optimal,” ujarnya kepada BANPOS, Senin (17/11).
Ia menegaskan, penggunaan MKJP penting untuk memastikan keberlanjutan program keluarga berencana dan menekan risiko terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan.
Selain lebih efektif, metode jangka panjang dinilai dapat membantu keluarga merencanakan masa depan secara lebih stabil.
“Kita arahkan supaya penggunaan MKJP meningkat. Harapannya, semakin banyak warga yang beralih ke metode jangka panjang sehingga pengendalian penduduk lebih terkontrol,” tandasnya.
Ia memaparkan, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan edukasi dan sosialisasi di tingkat kecamatan hingga desa guna meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan keamanan dari kontrasepsi jangka panjang.(*)

Discussion about this post