LEBAK, BANPOS – Ratusan siswa di SMA Negeri 1 Cimarga, Kabupaten Lebak mendapatkan pemeriksaan awal kesehatan jiwa pasca viral secara nasional terkait dugaan kekerasan oleh guru akibat memergoki siswanya merokok dilingkungan sekolah.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh DP3AP2Kb Lebak yang bekerjasama dengan Psikolog dari RSUD Banten tersebut digelar pada Senin (17/11) di SMAN 1 Cimarga.
JFT Bidang Perlindungan Anak pada DP3AP2KB Lebak, Nina Septiana mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar untuk mengetahui kondisi kesehatan mental para siswa pasca menjadi sorotan nasional itu.
“Jumlahnya kira-kira 630 siswa yang terdiri dari kelas 10,11 dan 12. Kegiatan ini untuk mengetahui atau mendeteksi dini kondisi psikologis anak pasca kejadian tempo hari,” kata Nina kepada BANPOS.
Ia menjelaskan, screening kesehatan jiwa tersebut dilakukan dengan cara memberikan sosialisasi dan memberikan kuisioner yang harus diisi oleh masing-masing anak.
“Masing-masing anak diberi kuisioner SRQ, dengan 29 pertanyaan didalamnya,” jelasnya.
Nina memaparkan, untuk screening tersebut akan menunggu hasil dari penilaian dari psikolog.
“Hasilnya belum ada karena masih harus direkap sesuai hasil skor dan perlu interpretasi dari psikolog,” paparnya.
“Apapun hasilnya nanti kita akan tindaklanjuti sesuai kebutuhan dari masing-masing anak,” tandasnya. (*)







Discussion about this post