SERANG, BANPOS – Fasilitas penyeberangan jalan di sejumlah ruas utama Kota Serang masih minim. Kondisi ini dikeluhkan warga karena mengancam keselamatan pejalan kaki. Situasi tersebut membuat warga menyeberang tanpa panduan yang jelas.
Keluhan paling banyak muncul dari kawasan padat kendaraan. Beberapa titik yang dikeluhkan berada di Lampu Merah Warung Pojok, Halte depan Untirta Pakupatan, Lampu Merah Terminal Pakupatan, dan depan gerbang RS Sari Asih. Kondisi itu terpantau langsung oleh BANPOS.
Seorang pekerja bernama Rudi (45) mengaku khawatir saat menyeberang jalan. Ia menyebut zebra cross di Lampu Merah Warung Pojok tidak tersedia. Ia pun merasa tidak aman ketika menyeberang.
“Sering banget saya harus lari kecil pas mau nyeberang karena mobil motor pada ngebut,” ujar Rudi.
Pandangan serupa datang dari Dewi (21), seorang mahasiswi. Ia menilai Pemerintah Kota Serang kurang memperhatikan keselamatan pejalan kaki. Ia mengatakan kawasan kampus Untirta Pakupatan tidak memiliki zebra cross meski banyak mahasiswa berjalan kaki.
“Kalau ada zebra cross, kan setidaknya pengendara jadi lebih waspada dan kami pejalan kaki lebih merasa aman,” kata Dewi.
Menanggapi persoalan ini, Kasat Lantas Polresta Serang Kota, Kompol Tiwi Afrina, menyatakan kebutuhan zebra cross memang mendesak. Ia membenarkan fasilitas penyeberangan di sejumlah titik masih minim.
“Iya memang benar, kita memang minim sekali zebra cross. Nanti akan kami koordinasikan ke Dinas Perhubungan untuk ditambah lagi,” tegas Tiwi.
Tiwi memastikan pihaknya berupaya memperbaiki kondisi tersebut. Koordinasi lintas instansi dinilai penting agar pejalan kaki merasa lebih aman saat melintas. (*)






Discussion about this post