JAKARTA, BANPOS – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal memfasilitasi pertemuan antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/11).
Ketua Umum Persagi, Doddy Izwardy, menegaskan apresiasi mendalamnya kepada Cucun atas peran tersebut. Ia menilai langkah Cucun membuka jalan dialog langsung dengan BGN sebagai bentuk keberpihakan terhadap penguatan layanan gizi nasional. “Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Cucun selaku Wakil Ketua DPR RI. Beliau tidak hanya memfasilitasi pertemuan ini, tapi juga menunjukkan komitmen nyata untuk memperbaiki tata kelola gizi nasional. Kolaborasi ini kami harapkan menjadi manfaat besar agar masyarakat di seluruh wilayah memiliki akses yang lebih baik terhadap makanan sehat,” ujar Doddy.
Dalam pertemuan itu, Persagi menyatakan komitmennya mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah berdiskusi langsung dengan Wakil Ketua BGN, Sony Sanjaya. “Persagi siap berada di garda depan untuk menyukseskan MBG, terutama melalui penyuluhan, pendampingan, dan peningkatan literasi gizi masyarakat,” kata Doddy. Ia menegaskan bahwa keberhasilan literasi gizi dapat dilihat dari perubahan perilaku makan, peningkatan IQ, hingga perbaikan status gizi masyarakat.
Pertemuan tersebut berlangsung setelah Cucun sempat disorot karena pernyataannya dalam sebuah acara BGN di Jawa Barat terkait usulan perubahan titel ahli gizi dalam rekrutmen petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Cucun telah menyampaikan permintaan maaf dan menjelaskan bahwa usul tersebut dilatarbelakangi kondisi di lapangan yang masih kekurangan tenaga ahli gizi.
Ia menegaskan bahwa peran ahli gizi sangat penting untuk menjaga standar asupan gizi, terutama bagi anak-anak. “Sarjana dan lulusan vokasi ilmu gizi akan kami konsolidasikan bersama Persagi dan BGN. Kami sepakat memperbaiki seluruh proses agar program MBG benar-benar memberi manfaat bagi masa depan Indonesia,” kata Cucun.
Cucun menambahkan bahwa literasi dan kesadaran gizi yang baik merupakan investasi jangka panjang bangsa. “MBG bukan sekadar program sosial. Ini adalah fondasi untuk melahirkan SDM unggul—sehat, cerdas, dan berdaya saing—lewat pendidikan gizi sejak dini,” ujarnya. (*)











Discussion about this post