SERANG, BANPOS – Teknologi kini semakin berkembang pesat, termasuk pada teknologi informasi yakni gawai berbentuk ponsel pintar atau smartphone .
Dengan semakin canggihnya gawai, anak-anak kerap terjebak dan kecanduan dalam memainkannya. Baik untuk sekadar bersosial media atau bermain game online.
Wakil Gubernur (Wagub) Banten, A Dimyati Natakusumah, mengatakan bahwa dari pada anak-anak muda Banten hanya bermain gawai, ia menyarankan agar waktu anak-anak dibuat dengan lebih produktif seperti kegiatan ekstrakulikuler atau kegiatan lainnya yang positif.
Salah satu kegiatan yang dirinya sarankan yakni bermain ‘catur’.
Sebab, menurutnya, selain sebagai olahraga, catur juga menjadi olahraga yang mengajarkan tentang kesabaran dan siasat mengatur strategi.
Sebagai penggemar catur, Wagub mengaku terus berupaya menumbuhkan semangat bermain catur pada anak-anak.
“Untuk menjadi master catur harus dididik sejak dini. Daripada anak-anak bermain gadget, lebih baik diajak catur,” katanya, Sabtu (15/11).
Terlebih kata dia, pecatur Provinsi Banten saat ini menempati peringkat enam nasional.
Oleh karenanya, dia berharap posisi tersebut dapat meningkat menjadi peringkat lima pada tahun mendatang, termasuk terus lahir pecatur muda yang bisa berprestasi.
“Provinsi Banten juga harus menorehkan prestasi dalam kejuaraan nasional tersebut,” kata Dimyati.
Dimyati menjelaskan, pada 2026 mendatang, Provinsi Banten akan menjadi tuan rumah kejuaraan catur nasional.
Para pecatur Banten kini tengah mempersiapkan diri menghadapi ajang tersebut.
Salah satunya dengan semakin marak penyelenggaraan turnamen catur di Provinsi Banten.
“Penyelenggaraan turnamen catur di Banten paling banyak di Indonesia. Ini merupakan upaya-upaya untuk meningkatkan prestasi,” paparnya. (*)

Discussion about this post