CILEGON, BANPOS – Istri Wakil Walikota Cilegon yang juga Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Cilegon, Nur Kusuma Ngarasati yang akrab dipanggil Raras, menyayangkan masih rendahnya upaya promosi yang dilakukan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Cilegon.
Padahal menurutnya, kualitas produk UMKM lokal sudah layak disebut naik kelas dan mampu bersaing dengan daerah lain.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Golok Day Festival 2025 di Alun-Alun Cilegon dan memilah beberapa jajanan stand UMKM, Sabtu (16/11).
Raras menegaskan bahwa potensi UMKM di Cilegon juga sangat besar, tetapi belum sepenuhnya dioptimalkan terutama dari sisi branding dan pemasaran digital.
“Belum 100 persen, harus didorong terus. Sebagai orang-orang di pemerintahan harus terus mendorong,” katanya, Sabtu (15/11).
Menurutnya, baru sekitar separuh UMKM yang mulai serius dalam meningkatkan kualitas usaha, termasuk pengurusan sertifikat halal.
“Kalau saya bilang masih 50 persen. Padahal banyak sekali yang enak, dan kualitasnya enggak main-main, cuma kurang dikenal,”ujarnya.
Hal itu kemudian dinilai dirinya, bahwa banyak pelaku UMKM belum memiliki strategi promosi yang baik, bahkan belum memanfaatkan media sosial secara efektif.
“Brandingnya masih kurang, masih perlu harus belajar dari influencer, belajar membranding produk. Apalagi kalau sudah jual nama itu seharusnya lebih gampang,” tuturnya.
Sehingga, masih kata dia, dalam upaya pendorongan kualitas UMKM.
Dirinya juga berupaya ikut mendorong promosi UMKM, salah satunya dengan membeli dan memperkenalkan kuliner lokal setiap menghadiri kegiatan.
“Saya mencoba banyak ngajak orang, berusaha setiap agenda banyak jajan supaya masyarakat pada tahu kalau kuliner di sini luar biasa enak-enak sekali,” ucapnya.
Ia mencontohkan banyak produk UMKM di Kota Baja itu tak kalah miliki kualitas dan rating bagus.
Tapi lagi-lagi, justru belum banyak dikenal masyarakat luas karena minimnya promosi.
Pada kesempatan itu, ia juga mendorong pemilik UMKM terlibat dalam promosi. Karena menurutnya, owner jauh bisa memahami produk yang diperjual-belikan.
“Bikin gimana dikemas semenarik mungkin. Kita harus mengajak owner-owner promosi, karena mereka yang paham produk itu dan untuk nyoba promosi pertama harus suka dulu,” tandasnya. (*)



Discussion about this post