JAKARTA, BANPOS – Penasehat Forum Akademisi Indonesia (FAI), Aat Surya Safaat, menilai Aqsa Working Group (AWG) telah konsisten menjalankan peran sebagai bagian dari “second track diplomacy” atau diplomasi jalur kedua dalam memperjuangkan pembebasan Masjid Al-Aqsa dan kemerdekaan Palestina.
Menurut mantan Kepala Biro ANTARA New York itu, diplomasi jalur pertama yang dilakukan pemerintah tidak akan optimal tanpa dukungan diplomasi publik. “Aktivitas diplomasi yang melibatkan peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk melengkapi diplomasi yang dijalankan pemerintah,” jelasnya.
Aat menyebut sekitar 80 persen aktivitas AWG berfokus pada edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya pembebasan Al-Aqsa, termasuk kampanye publik dan aksi demonstrasi damai. Sisanya, sekitar 20 persen, diarahkan pada penggalangan dana.
Dalam kerangka diplomasi publik tersebut, AWG bersama MER-C dan Maemuna Center Indonesia turut menginisiasi pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Indonesia di Gaza City, Palestina.
AWG sendiri merupakan lembaga yang didirikan di Jakarta pada 21 Agustus 2008, bertujuan mewadahi dan mengelola upaya moral dan politik masyarakat dalam membantu perjuangan pembebasan Masjid Al-Aqsa dan rakyat Palestina. (*)









Discussion about this post