SERANG, BANPOS – Komitmen memperkokoh gerakan lingkungan kembali disuarakan dalam diskusi publik bertema peran perempuan dalam pelestarian alam yang digelar PATTIRO Banten bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten melalui siaran langsung Instagram, Jumat (14/11).
Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia 2025.
CEO Bank Sampah Digital (BSD) sekaligus Ketua Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Aisyiyah Kabupaten Serang, Desty Eka Putri, hadir sebagai narasumber. Diskusi dipandu oleh Bella Rusmiyanti dari PATTIRO Banten.
Desty mengungkapkan bahwa BSD, yang beroperasi sejak 2020, kini menjelma menjadi jaringan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang tumbuh pesat di Kota Serang dan Cilegon.
Sedikitnya 250 unit pengelolaan telah aktif, dengan 6.600 anggota, dan perempuan mendominasi hingga 98 persen.
“Perubahan perilaku paling efektif dimulai dari rumah. Di ruang domestik, perempuan memegang peranan penting untuk memastikan pemilahan sampah berjalan dan ekonomi sirkular bisa diterapkan,” tutur Desty.
Ia menjelaskan, BSD mengembangkan layanan digital seperti pencatatan non-tunai, aplikasi tabungan, hingga proses distribusi sampah ke industri daur ulang.
Meski begitu, mereka tetap menyediakan buku tabungan manual agar layanan tidak mengecualikan warga yang belum memiliki akses teknologi.
Desty menilai inovasi tersebut bukan hanya mendukung pelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat jejaring sosial dan menopang perekonomian keluarga.
“Saat pandemi, sistem ini terbukti membantu banyak warga bertahan,” katanya.
BSD saat ini membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat sebagai nasabah, relawan, hingga peserta magang di wilayah Serang dan Cilegon.
Sementara itu, Bella Rusmiyanti menegaskan bahwa diskusi ini merupakan bagian dari kolaborasi antara PATTIRO Banten dan DLHK, serta didukung oleh sejumlah industri di Banten.
Kegiatan yang mengusung tema “Kolaborasi Hijau: Bergerak Bersama Industri dan Masyarakat Menanam untuk Banten Lestari” ini akan mencapai puncak pada 4 Desember 2025, sekaligus menjadi momentum pemilihan figur Perempuan Iklim Banten.
“Kami melihat tantangan besar terkait penurunan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup di Banten. Keterlibatan perempuan secara strategis perlu diperkuat, baik dalam kebijakan maupun gerakan akar rumput,” ujar Bella. (*)


Discussion about this post