TANGERANG, BANPOS – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengeluarkan peringatan keras menyusul maraknya kasus penculikan anak di berbagai daerah. Ia meminta sekolah, khususnya TK dan SD awal, memiliki data lengkap pengantar dan penjemput siswa sebagai langkah pencegahan di lingkungan pendidikan. Pernyataan tersebut disampaikan Mu’ti usai membuka Rapat Koordinasi Kepala Daerah Revitalisasi Satuan Pendidikan Digitalisasi Pembelajaran di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (13/11) sore.
Mu’ti menegaskan, sekolah harus menerapkan aturan ketat terkait proses penjemputan anak. Ia menilai, pengawasan yang lemah dapat membuka peluang terjadinya penculikan. “Sekolah perlu menyiapkan satu aturan untuk memastikan bahwa yang mengantar dan menjemput itu benar-benar dari keluarga anak-anak yang belajar di situ,” tegasnya.
Ia juga menyoroti fakta bahwa banyak kasus penjemputan dilakukan oleh orang yang tidak dikenal oleh pihak sekolah. “Seringkali yang menjemput itu tidak dikenal, dan ini sangat berisiko,” ujar Mu’ti.
Mendikdasmen meminta sekolah mengumpulkan data lengkap pengantar dan penjemput untuk setiap siswa, disertai verifikasi identitas guna mencegah tindak kejahatan di lingkungan pendidikan. Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar memperkuat pengawasan berbasis komunitas di tingkat Rukun Tetangga (RT). “Kita perkuat budaya kewargaan, di mana semua saling menjaga. Walaupun bukan anak kita sendiri, mereka adalah keluarga kita yang harus dijaga bersama,” imbuhnya.
Mu’ti menekankan bahwa pencegahan penculikan anak tidak cukup hanya dari sekolah atau orang tua, melainkan membutuhkan kolaborasi warga dan aparat dalam membangun lingkungan yang aman bagi anak-anak.
Peringatan keras Mendikdasmen ini muncul setelah kasus penculikan anak bernama Bilqis, bocah perempuan berusia 4 tahun di Makassar, Sulawesi Selatan, yang sempat menggegerkan publik.
Bilqis diculik di Taman Pakui, Makassar, pada Minggu (2/11) dan berhasil ditemukan seminggu kemudian oleh jajaran Polrestabes Makassar di wilayah terpencil Suku Anak Dalam (SAD) Mentawak, Kabupaten Merangin, Jambi. “Anak balita yang diculik telah ditemukan tadi malam,” kata Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, Minggu (9/11).
Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Kota Makassar, Ita Isdiana Anwar, turut mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam menjaga keamanan anak-anak di ruang publik. “Kami mengimbau orang tua agar lebih menjaga lagi anak-anaknya. Jika tidak hati-hati, kasus seperti ini bisa terulang,” ujarnya. (*)









Discussion about this post