Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

MBG Butuh Perbaikan, Kepala BGN Kesulitan Cari Ahli Gizi

by Tim Redaksi
November 13, 2025
in NASIONAL
MBG Butuh Perbaikan, Kepala BGN Kesulitan Cari Ahli Gizi

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR. Foto : Ist

JAKARTA, BANPOS – Badan Gizi Nasional (BGN) terus berupaya menyempurnakan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sayangnya, ada kendala yang dihadapi. Salah satunya, BGN kesulitan mencari ahli gizi untuk ditempatkan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur MBG.

Kesulitan ini diungkap Kepala BGN Dadan Hindayana dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/11/2025). Dadan hadir didampingi Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang.

Baca Juga

Program MBG Tingkatkan Kesadaran Gizi Warga Kota Serang

Maret 4, 2026
MBG Dipertanyakan, Dewan Tegaskan Pengelola Jangan Asal-asalan 

MBG Dipertanyakan, Dewan Tegaskan Pengelola Jangan Asal-asalan 

Februari 25, 2026
Merdeka Institute Kecam Sikap Pemerintah dalam Kasus Teror Terhadap Ketua BEM UGM

Merdeka Institute Kecam Sikap Pemerintah dalam Kasus Teror Terhadap Ketua BEM UGM

Februari 20, 2026
Dianggap Tidak Berpihak Pengusaha Lokal, Program MBG Tuai Kritikan DPRD Lebak

Dianggap Tidak Berpihak Pengusaha Lokal, Program MBG Tuai Kritikan DPRD Lebak

Februari 17, 2026

“Tadinya ahli gizi ini sulit mencari pekerjaan, sekarang menjadi salah satu profesi yang langka,” ucap Dadan, kepada wartawan, usai rapat tersebut.

Dadan menuturkan, keberadaan ahli gizi di SPPG saat penting untuk menjaga kualitas MBG yang dibagikan. Selain itu, ahli gizi juga berperan memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang akan diolah menjadi menu MBG.

“Salah satu fungsinya menangkap potensi sumber daya dan kesukaan masyarakat lokal. Sebab itu, di setiap SPPG kita perlu tempatkan ahli gizi, tapi sekarang mulai langka,” ujar Dadan.

Untuk mengatasi hal ini, lanjut Dadan, Komisi IX DPR memberikan saran agar BGN mencari profesi terkait lain untuk menggantikan ahli gizi di dapur-dapur MBG. BGN bisa mencari lulusan program studi kesehatan masyarakat atau teknologi pangan.

“Kami mencari orang dengan keilmuan lain yang masih terkait,” tuturnya.

Dalam rapat, Komisi IX DPR juga mengusulkan ke MBN untuk memasang Global Positioning System (GPS) di mobil pengantar MBG. Tujuannya, untuk memastikan ketepatan waktu pengiriman, sehingga mengurangi kasus keracunan.

“Kalau perlu, dikasih GPS. Sehingga kita bisa nge-track, agar jangan ada hal-hal yang tidak diinginkan,” saran Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Gerindra Mariana.

Dadan setuju. Menurutnya, langkah ini dapat membantu pengawasan dan memastikan makanan sampai ke lokasi tujuan tanpa keluar dari jalur distribusi yang sudah ditentukan. “Bagus, supaya bisa melacak, mobil ini di jalur yang tepat atau ke luar,” imbuhnya.

Rapat Dengar Pendapat ini beragendakan evaluasi program dan penyerapan anggaran MBG tahun 2025. Dalam paparannya, Dadan menerangkan, penyerapan anggaran BGN sudah sebesar Rp 43,4 triliun atau 61 persen dari total pagu sebesar Rp 71 triliun.

Dadan juga memaparkan update MBG. Saat ini, SPPG berjumlah 14.853 dan sudah menjangkau lebih dari 42 juta penerima di 38 provinsi, 509 kabupaten, dan 7.022 kecamatan. Hingga November, BGN total telah memproduksi 1,8 miliar porsi MBG di seluruh Indonesia.

Penerima manfaat MBG bervariasi. Bayi di bawah lima tahun sudah hampir mencakup 1,8 juta orang, anak PAUD 1,1 juta, siswa Raudhatul Athfal 626 ribu, siswa TK 1,9 juta, siswa SD kelas I-III sebanyak 7,7 juta, siswa SD kelas IV-VI sebanyak 7,75 juta, ibu hamil 267 ribu, ibu menyusui 599 ribu, siswa SLB 77 ribu, santri pondok pesantren 316 ribu, dan kegiatan belajar masyarakat bukan sekolah formal 97 ribu.

“Jadi, ini sudah bervariasi mencakup total 420.451 kelompok seluruh penerima manfaat. Alhamdulillah sudah melebihi 50 persen dari total target kita tahun 2025. Target awal sebetulnya hanya 17,5 juta dengan 5.000 SPPG. Jadi sudah jauh melampaui dan akan mengejar 82,9 juta,” paparnya.

Soal kekurangan ahli gizi, Anggota Komisi IX DPR Neng Eem Marhamah Zulfa meminta BGN lebih fleksibel. Dia tidak ingin operasional SPPG terhenti hanya karena tidak tersedia ahli gizi.

Karena saat ini banyak SPPG susah mencari sarjana gizi dan ahli akutansi. Tidak mungkin program berhenti hanya karena tenaga itu tidak tersedia,” ucapnya.

Politisi PKB ini mengusulkan, kedua posisi tersebut diisi lulusan yang masih relevan dengan bidangnya. Jika sarjana akuntansi tidak ada, bisa digantikan oleh sarjana ekonomi. Jika sarjana gizi tidak tersedia, bisa direkrut dari bidang kesehatan yang relevan.

Meski demikian, dia mengingatkan, tenaga yang direkrut wajib memiliki sertifikasi resmi dari Badan Standardisasi Nasional (BSN). Artinya, kebijakan fleksibel ini hanya untuk melancarkan program, bukan mengurangi kualitas SPPG. (*)

Source: tangselpos.id
Tags: Ahli GiziBGNMakan Bergizi GratisMBGSPPG

Berita Terkait

EKONOMI

Program MBG Tingkatkan Kesadaran Gizi Warga Kota Serang

Maret 4, 2026
MBG Dipertanyakan, Dewan Tegaskan Pengelola Jangan Asal-asalan 
PEMERINTAHAN

MBG Dipertanyakan, Dewan Tegaskan Pengelola Jangan Asal-asalan 

Februari 25, 2026
Merdeka Institute Kecam Sikap Pemerintah dalam Kasus Teror Terhadap Ketua BEM UGM
NASIONAL

Merdeka Institute Kecam Sikap Pemerintah dalam Kasus Teror Terhadap Ketua BEM UGM

Februari 20, 2026
Dianggap Tidak Berpihak Pengusaha Lokal, Program MBG Tuai Kritikan DPRD Lebak
PEMERINTAHAN

Dianggap Tidak Berpihak Pengusaha Lokal, Program MBG Tuai Kritikan DPRD Lebak

Februari 17, 2026
Agis Ungkap Dampak Nyata MBG, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih bagi Warga Serang
PEMERINTAHAN

Agis Ungkap Dampak Nyata MBG, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih bagi Warga Serang

Februari 2, 2026
Hasil Ternak di Lebak Belum Bisa Cukupi Kebutuhan Program MB
EKONOMI

Hasil Ternak di Lebak Belum Bisa Cukupi Kebutuhan Program MB

Desember 29, 2025
Next Post
Tambahan Penghasilan PPPK Hanya Rp350 Ribu, BKD : Saya Belum Tau

Tambahan Penghasilan PPPK Hanya Rp350 Ribu, BKD : Saya Belum Tau

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh