JAKARTA, BANPOS — Para ahli kesehatan mengingatkan masyarakat Indonesia agar mewaspadai ancaman diabesity atau kombinasi obesitas dan diabetes yang terus meningkat di kawasan Asia-Pasifik. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) 2024, sekitar 20,4 juta warga Indonesia hidup dengan diabetes, atau 11,3 persen populasi dewasa.
Menurut Dr. Alex Teo, Director of Research Development and Scientific Affairs Asia Pacific Herbalife, urbanisasi, stres, kurang aktivitas fisik, dan pola makan tinggi gula menjadi pemicu utama meningkatnya risiko diabetes. “Pencegahan harus dimulai dari perubahan gaya hidup sehari-hari,” ujarnya di Jakarta, Rabu (12/11).
Teo menyarankan langkah sederhana seperti mengurangi minuman manis, memperbanyak sayur dan buah, berolahraga minimal 150 menit per minggu, tidur cukup, serta mengelola stres melalui meditasi atau latihan pernapasan.
Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan gula darah rutin untuk deteksi dini. “Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menurunkan risiko diabesity secara signifikan,” kata Teo. Fenomena ini, lanjutnya, menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan di Asia-Pasifik karena meningkatnya beban ekonomi dan sosial akibat penyakit tidak menular. (*)











Discussion about this post