JAKARTA, BANPOS – Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka menguat pada awal pekan ini, naik 0,10 persen ke level Rp 16.674 per dolar AS dibanding penutupan perdagangan Jumat (7/11/2025) di posisi Rp 16.690 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia tercatat bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,26 persen, dolar Hong Kong menguat 0,02 persen, dolar Singapura turun 0,12 persen, dan dolar Taiwan melemah 0,09 persen. Sementara won Korea Selatan naik 0,53 persen, yuan China menguat 0,03 persen, ringgit Malaysia menguat 0,12 persen, dan baht Thailand melemah tipis 0,03 persen.
Indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama naik 0,05 persen ke level 99,51. Adapun nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,08 persen ke posisi Rp 19.052, terhadap poundsterling Inggris stagnan di Rp 21.935, dan terhadap dolar Australia menguat 0,41 persen ke level Rp 10.867.
Analis pasar keuangan Lukman Leong mengatakan, rupiah berpotensi melanjutkan penguatan seiring pelemahan dolar AS yang dipengaruhi data penurunan sentimen konsumen di Amerika Serikat.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang tertekan oleh data yang menunjukkan penurunan sentimen konsumen di AS, lebih besar dari perkiraan,” ujar Lukman di Jakarta, Senin (10/11/2025).
Meski demikian, menurutnya, ruang penguatan rupiah masih terbatas karena adanya harapan bahwa penutupan (shutdown) pemerintahan AS akan segera berakhir. “Investor juga cenderung wait and see terhadap data penjualan ritel Indonesia yang akan dirilis siang ini,” tambahnya.
Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp 16.650 hingga Rp 16.750 per dolar AS. (*)

Discussion about this post