CILEGON, BANPOS – Komisi II DPRD Kota Cilegon menyoroti kenaikan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Cilegon yang naik dari 6,08 persen pada 2024 menjadi 7,41 persen per Agustus 2025. Angka tersebut melampaui rata-rata Provinsi Banten sebesar 6,69 persen.
Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon, Fauzi Desviandy, mengatakan Cilegon termasuk daerah dengan kenaikan pengangguran tertinggi di Banten. Padahal, sebagai kota industri, seharusnya Cilegon mampu menekan jumlah pengangguran, bukan justru meningkat.
Fauzi menilai lonjakan pengangguran ini menjadi bukti lemahnya penanganan sektor ketenagakerjaan. Ia mendesak Pemerintah Kota Cilegon dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk segera mengevaluasi program pelatihan dan pemagangan yang dinilai belum efektif menekan TPT.
“Kalau pelatihan sudah dilakukan tapi pengangguran tetap naik, berarti ada yang salah. Mungkin pelatihannya tidak sesuai kebutuhan industri,” ujarnya kepada Banten Pos, Minggu (9/10).
Fauzi juga mendorong Pemkot Cilegon memperkuat koordinasi dengan industri dan mendorong kewirausahaan agar masyarakat tidak hanya bergantung pada sektor industri. Ia berharap evaluasi dilakukan menyeluruh agar angka pengangguran tidak kembali naik tahun depan. (*)











Discussion about this post