JAKARTA, BANPOS – Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengajak masyarakat untuk mengingat perjuangan para pahlawan perempuan, khususnya mereka yang belum tercatat dalam arsip sejarah.
Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Ansor mengatakan dibalik nama-nama besar yang sering disebut dalam buku hingga pidato kebangsaan saat peringatan Hari Pahlawan, banyak pahlawan perempuan yang kiprahnya belum tercatat, bahkan belum diakui, hingga terlupakan dari narasi Bangsa Indonesia.
“Data menunjukkan bahwa 206 pahlawan nasional, hanya ada 16 orang, atau sekitar delapan persen perempuan. Angka ini bukan sekedar statistik, melainkan cermin dari konstruksi sejarah yang seringkali menempatkan perempuan sebagai pendukung, bukan pelaku utama dalam sejarah perjuangan bangsa,” kata Maria Ulfah dalam webinar bertajuk “Peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025: Meneguhkan dan Melanjutkan Juang Pahlawan Perempuan” di Jakarta pada Senin.
Pihaknya menilai sejarah yang adil secara gender atau yang adil dan beradab adalah fondasi bagi pembangunan masa depan yang berkeadilan.
Hal ini dikarenakan nilai, keberanian, solidaritas, dan kemanusiaan yang diwariskan para pahlawan perempuan adalah sumber inspirasi bagi perjuangan masa kini dalam melawan kekerasan, diskriminasi, ketidakadilan dalam segala bentuknya.
Untuk itu ia mengajak masyarakat agar tidak hanya memperingati, namun juga melanjutkan perjuangan pahlawan perempuan, yang bukan hanya di medan perang, tetapi juga yang setiap hari berjuang untuk kemanusiaan, kesetaraan, dan kebebasan dari segala bentuk keterasan dan diskriminasi terhadap perempuan.
Ia menegaskan Komnas Perempuan sebagai salah satu lembaga HAM nasional memiliki mandat untuk memastikan bahwa pengalaman, perjuangan, dan kontribusi perempuan diakui sebagai bagian integral dari sejarah bangsa.
“Melalui webinar ini Komnas Perempuan berharap ada pengakuan dan pencatatan terhadap pahlawan perempuan yang semakin kuat dalam narasi sejarah nasional serta semakin tumbuhnya kesadaran publik, termasuk generasi muda tentang pentingnya peran perempuan dalam perjuangan bangsa,” kata Ulfah.
Ia juga berharap Komnas Perempuan dapat memantik kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, media, dan masyarakat sipil, secara sinergis guna melanjutkan perjuangan pahlawan perempuan dalam konteks berbangsa dan bernegara masa kini. (*)



Discussion about this post