SERANG, BANPOS – 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan Nasional. Dalam peringatan Hari Pahlawan tahun ini, terdapat 10 nama yang diganjar gelar Pahlawan Nasional.
Berdasarkan Lampiran Surat Sekretaris Militer Presiden Nomor: R-28/KSN/SM/GT.02.00/11/2025 tertanggal 6 November 2025, berikut adalah daftar nama tokoh-tokoh yang diusulkan atau ditetapkan sebagai Penerima Gelar Pahlawan Nasional beserta asal provinsinya:
1. Almarhum K.H. Abdurrahman Wahid yang merupakan Presiden Republik Indonesia ke-4 dan tokoh pluralisme asal Provinsi Jawa Timur.
2. Almarhum Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto yang merupakan Presiden Republik Indonesia ke-2 dan tokoh militer terkemuka asal Jawa Tengah.
3. Almarhumah Marsinah, yang merupakan aktivis buruh yang dikenal gigih memperjuangkan hak-hak pekerja asal Jawa Timur.
4. Almarhum Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja yang merupakan diplomat dan ahli hukum internasional yang berjasa besar dalam konsep Wawasan Nusantara asal Jawa Barat.
5. Almarhumah Hajjah Rahmah El Yunusiyyah merupakan sosok yang dikenal sebagai tokoh pendidikan Islam dan pendiri Perguruan Diniyyah Puteri di Padang Panjang asal Sumatera Barat.
6. Almarhum Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo yang merupakan tokoh militer penting dan ayah dari Ibu Negara Kristiani Herrawati (Ani Yudhoyono) asal Jawa Tengah.
7. Almarhum Sultan Muhammad Salahuddin yang merupakan Sultan dari Kesultanan Bima yang dikenal atas perannya di masa perjuangan kemerdekaan dan merupakan tokoh asal Nusa Tenggara Barat.
8. Almarhum Syaikhona Muhammad Kholil yang merupakan ulama besar dan guru dari banyak pendiri organisasi Islam terkemuka di Indonesia, berasal dari Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
9. Almarhum Tuan Rondahaim Saragih dikenal sebagai Raja dari Kerajaan Adat Simalungun yang berperan melawan kolonialisme yang berasal dari Sumatera Utara.
10. Almarhum Zainal Abidin Syah yakni Sultan terakhir dari Kesultanan Ternate yang dikenal atas peran politiknya di masa awal kemerdekaan yang berasal dari Maluku Utara.
Daftar nama tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Kosasih. (*)

Discussion about this post