CILEGON, BANPOS – Meski pabrik petrokimia terbesar se-Asia Tenggara, PT Lotte Chemical Indonesia (LCI), resmi beroperasi di Kota Cilegon usai diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (6/11), Walikota Cilegon Robinsar mengaku belum mengetahui jumlah tenaga kerja lokal yang terserap di perusahaan tersebut. “Kalau itu (jumlah tenaga kerja lokal Cilegon yang bekerja di PT LCI) nanti kita cek. Kita belum dapat informasinya,” ujar Robinsar saat ditemui usai menghadiri acara peresmian di kawasan industri Cilegon, Kamis (6/11).
Proyek investasi senilai Rp60 triliun itu disebut mampu menyerap ribuan tenaga kerja. Namun, hingga kini Pemerintah Kota Cilegon belum menerima data resmi terkait berapa banyak warga lokal yang diterima bekerja di perusahaan asal Korea Selatan tersebut.
Robinsar yang juga politisi Partai Golkar berharap agar PT LCI lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri. “Lotte harus terbuka dan memberi prioritas bagi warga Cilegon, khususnya yang terdampak langsung agar kehadiran industri ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam peresmian itu, turut hadir Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Banten Andra Soni, serta sejumlah pejabat Korea Selatan dan manajemen PT LCI. (*)











Discussion about this post