SERANG, BANPOS – Saham PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk atau Bank Banten (BEKS) melejit naik 7,41 persen pada penutupan bursa Jum’at (1/11). Saham BEKS naik Rp29 per saham dari sebelum Rp27 atau naik dua rupiah.
Naiknya harga saham BEKS, diperkirakan karena adanya aksi korporasi yang dilakukan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim (BJTM) terhadap Bank milik Pemprov Banten ini.
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), BJTM memborong 27,5 juta saham BEKS di pasar reguler. Transaksi tersebut dilakukan pada harga Rp27, sehingga dana yang dikeluarkan sebesar Rp742,82 juta.
Diketahui, pembelian saham ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Penyertaan Modal/Pembelian Saham Bersyarat antara Bank Jatim, Bank Banten, dan Pemerintah Provinsi Banten yang ditandatangani pada 6 Oktober 2025. Perjanjian ini juga telah mendapatkan persetujuan dari OJK melalui surat nomor S-165/KO.14/2025 tertanggal 26 Agustus 2025.
Pembentukan KUB ini sejalan dengan kebijakan POJK Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum serta POJK Nomor 22 Tahun 2022 mengenai kegiatan penyertaan modal oleh bank umum.
Bank Jatim hanya membeli 0,053 persen saham Bank Banten atau kurang dari Rp1 miliar, jauh di bawah rencana penyertaan modal yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar Rp10 miliar. Tak diketahui apakah akuisisi atas saham BEKS sudah selesai atau masih berlanjut.
Aksi korporasi ini sebelumnya telah memperoleh persetujuan dari pemegang saham Bank Jatim pada 2024. Kemudian, Bank Jatim dan Bank Banten menandatangani perjanjian penyertaan modal pada 6 Oktober 2025.
Bank Banten menjadi salah satu BPD yang masuk dalam KUB yang dibentuk Bank Jatim. Selain Bank Banten, ada empat bank lainnya yang sudah dan akan masuk dalam KUB yakni Bank NTB Syariah, Bank Lampung, Bank NTT, dan Bank Sultra.(*)

Discussion about this post