SERANGT, BANPOS – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten, Septo Kalnadi, menyatakan bahwa meski tidak lagi menempati peringkat pertama nasional, angka pengangguran di Banten masih di atas rata-rata nasional.
“Alhamdulillah tahun ini kita di peringkat 4. Tahun lalu jumlah pengangguran mencapai 425 ribu, sekarang turun jadi 416 ribu,” jelas Septo.
Namun demikian, Septo menegaskan bahwa tantangan ke depan masih sangat besar, terutama terkait pergeseran investasi di sektor padat karya dari Banten ke wilayah lain.
“Presentase pengangguran kita memang menurun, tapi tetap di atas rata-rata nasional yang sekarang di angka 4,76 persen,” tegasnya.
Menurut Septo, salah satu penyebabnya adalah meningkatnya harga tanah dan biaya operasional di wilayah industri Banten, yang membuat investor mulai melirik daerah lain yang lebih murah untuk pengembangan pabrik.
“Ya memang hari ini kita tantangannya adalah pergeseran dari investasi yang ada di Banten hari ini. Di mana, era Padat Karya di kita sudah mulai berkurang, dan beralih ke daerah lain yang di mana katakanlah pengembangan untuk membangun pabrik, luas tanahnya dan sebagainya di daerah baru mungkin agak lebih murah,” ucapnya.
“Harga tanah untuk membangun pabrik saja sudah diambil alih oleh swasta, sehingga mungkin sewa menyewa itu akan mempengaruhi tentang industri padat karya di kita,” tambahnya.(*)







Discussion about this post