SERANG, BANPOS – Pemerintah Kota Serang kehilangan Rp186 Miliar akibat kebijakan oemangkasan dana Transfer Keuangan Daerah. Kondisi tersebut kemudian turut berdampak terhadap belanja rutin operasional. Pemkot Serang pada akhirnya harus melakukan penghematan agar kondisi fiskal tetap terjaga.
“Tidak ada lagi rapat-rapat di hotel mungkin ke depan karena uangnya memang sangat terbatas. Efisiensi penggunaan listrik, AC ya kalau sudah jam 16.00 selesai ya segeralah matikan listrik dan AC-nya. Karena ini akan berpengaruh juga terhadap pengeluaran atau beban yang akan dilakukan di hari ini,” terangnya.
Tidak hanya berdampak terhadap belanja rutin operasional, keadaan itu juga turut memberikan dampak terhadap rencana pelaksanana janji politik Budi Rustandi-Nur Agis Aulia yang saat ini menjadi program prioritas Pemkot Serang.
Pemkot Serang pada akhirnya harus benar-benar mempertimbangkan dengan matang, program mana saja yang sekiranya dapat dilaksanakan dan program mana saja yang sekiranya tersingkirkan.
“Jangan sampai membuat program yang output-nya juga tidak ada apalagi outcome begitu. Jadi betul-betul kita selektif,” ucapnya.(*)





Discussion about this post