CILEGON, BANPOS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon sudah memeriksa lebih dari 10 orang saksi terkait kasus parkir ilegal di Pasar Kranggot Kota Cilegon.
Kasi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Cilegon, Nasruddin, mengatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap pengumpulan data (puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket).
Sejauh ini, kata dia, lebih dari 10 orang yang dimintai keterangan.
“Ada kami minta keterangan dari beberapa pihak, dari dinas maupun dari masyarakat yang mengelola parkir tersebut. Termasuk UPT Pasar Kranggot, UPT Parkir, BPKPAD, Disperindag, jukir, PTSP ada yang kita mintai keterangan, ada yang langsung on the spot ke lapangan,” kata Nasruddin kepada BANPOS, Selasa (4/11).
Sejauh ini kata dia, kasus ini belum masuk ke penyelidikan maupun penyidikan.
“Jadi kami masih menggali keterangan yang hasilnya ada 10 titik parkir menunggu proses penilaian KPKNL,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan dari para saksi, parkiran di Pasar Kranggot sebagian besar dikelola oleh masyarakat.
“Jadi kemarin ada yang sudah bayar pajak ada juga yang dikelola masyarakat. Kami belum bisa sampaikan berapa yang sudah bayar pajak di Pasar Kranggot itu, berapa yang dikelola masyarakat, kami masih membutuhkan waktu lagi melakukan pemeriksaan, melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak tersebut,” tuturnya.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, hasil pungutan parkir ada yang masuk ke kas daerah dan ada yang masuk ke masyarakat.
“Sebagian masuk ke kas daerah, sebagian masuk ke kas masyarakat,” ujarnya.
Saat ditanya uang yang dikelola masyarakat mengalirnya kemana saja, Nasruddin belum bisa menyampaikannya.
“Nah kami akan gali lagi itu masuknya kemana. Kan banyak parkir di Kota Cilegon selain Pasar Kranggot,” ungkapnya.
Kemudian, hasil pantauan di lapangan ditemukan beberapa titik parkir yang ramai, akan tetapi belum dikelola oleh pihak berwenang.
Sebagai gambaran, kata dia, terdapat titik parkir ramai yang tersebar di sepanjang jalan PCI sampai dengan Merak, namun sampai saat ini dikelola atau ditarik oleh jukir-jukir.
“Dalam keterangannya untuk mereka sendiri,” tuturnya. (*)



Discussion about this post