JAKARTA, BANPOS – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai sumber belajar agama. Sebab, dalam Islam, ilmu agama harus diperoleh melalui bimbingan ulama sebagai pewaris ajaran para nabi.
Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Dewan Pimpinan MUI, Masduki Baidlowi, menegaskan bahwa agama tidak dapat dipelajari hanya dari algoritma atau mesin pengolah kata. “Agama itu tidak ada dalam algoritma karena itu hanyalah alat yang mengolah kata. Agama itu tetap ada dalam sambungan hadits, al-‘ulamā’ waratsatul anbiyā (para ulama adalah pewaris nabi). Jadi, agama itu ada pada ulama-ulama yang mewarisi ilmu dan tuntunan hidup dari nabi,” ujarnya di Jakarta, Selasa (4/11).
Masduki menilai perkembangan teknologi, termasuk AI, adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari dan akan terus berkembang. Karena itu, masyarakat perlu menempatkannya secara proporsional. “AI itu takdir yang tidak bisa kita hindari, tetapi bagaimana bisa diarahkan yang lebih baik. Maka, MUI akan berperan di situ untuk hadir memberikan pencerahan dan arahan, termasuk bagaimana menyaring pemikiran yang baik dan memilihkan arah kepada orang-orang,” jelasnya.
Ia menambahkan, kehadiran tokoh-tokoh agama menjadi penting untuk mendampingi masyarakat dalam memanfaatkan teknologi tersebut. MUI, kata dia, juga akan aktif beradaptasi dengan kemajuan teknologi, termasuk dalam aktivitas dakwah dan penyebaran fatwa. “MUI akan terus berperan aktif di media dan masuk di dalam teknologi ini. Bahkan, dalam beberapa pekerjaan yang menggunakan AI, itu pasti termasuk nanti dakwah, sosialisasi fatwa, dan kebijakan melalui teknologi ini,” paparnya.
Masduki kembali menekankan bahwa AI hanya bersifat pendamping dalam proses belajar, bukan pengganti peran guru atau ulama. “Agama itu ada pada ulama-ulama, dan dalam diri ulama itulah kita belajar. Oleh karena itu, saya menegaskan, AI itu pendamping bagi seseorang yang ingin belajar agama, tetapi ia bukan guru. Jadi, kalau mau mendalami, tetaplah belajar kepada ulama,” tuturnya. (*)











Discussion about this post