JAKARTA, BANPOS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan cuma bikin perut kenyang, tapi juga mendorong pergerakan ekonomi dengan nilai Rp 86 triliun.
Hal ini disampaikan Menko Pangan Zulkifli Hasan saat tampil di ajang Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia & Indonesia Fintech Summit & Expo (FEKDI x IFSE) di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (1/11). Menurut hitungan Zulhas-sapaannya, kebutuhan bahan baku MBG untuk 82,9 juta penerima manfaat menembus Rp 86 triliun saban tahun.
“Telur ayam 368 ribu ton nilainya Rp 11 triliun, daging ayam 663 ribu ton Rp 26,5 triliun, ikan 415 ribu ton Rp 17,8 triliun, dan beras 2,3 juta ton Rp 31 triliun,” papar Zulhas.
Kalau target itu jalan mulus, tiap hari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) butuh 82,9 juta butir telur, 82,9 juta potong ayam, ikan, mangkuk sayur, dan buah segar untuk setiap penerima manfaat. “Saya juga diminta memimpin ini,” ujarnya, sambil tersenyum bangga.
Meski belum jalan penuh, efek ekonomi MBG sudah terasa. Harga ayam dan telur di sejumlah daerah mulai menanjak. “Di Jawa Barat sudah naik hampir 10 persen. Ini salah satu indikasi ekonomi rakyat bergerak karena MBG,” ungkap Zulhas.
Menurutnya, program ini bukan cuma soal makan gratis, tapi soal ekonomi rakyat yang berputar dari bawah. Petani, peternak, nelayan, sampai ibu-ibu rumah tangga ikut kecipratan rezeki MBG.
“Yang punya kebun sayur laku, yang punya tambak ikan laku, yang punya ayam petelur juga laku,” cetusnya.
Ia pun mengaku sudah menerima Keppres Nomor 28 Tahun 2025 sebagai dasar pelaksanaan MBG. Menurutnya, ini bukan program karitatif, tapi investasi masa depan. “Anak-anak yang bergizi baik akan tumbuh cerdas, sehat, dan produktif,” ujarnya. (*)











Discussion about this post