PANDEGLANG, BANPOS – Keputusan Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Provinsi Banten untuk hanya mengapresiasi Persikota Tangerang sebagai Runner-up Piala Soeratin U-17 Nasional dalam rangkaian Peringatan Hari Sumpah Pemuda kemarin menuai kritikan tajam. Kebijakan ini dinilai diskriminatif karena mengabaikan prestasi moral yang juga mengharumkan nama Banten, yaitu keberhasilan Persipan Pandeglang U-15 meraih gelar Tim Fair Play Nasional di ajang Piala Soeratin U-15.
Dalam momen yang seharusnya merayakan setiap capaian pemuda Banten, DISPORA Provinsi Banten hanya menyoroti satu tim. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kriteria dan konsistensi dalam pemberian penghargaan.
“Kami bangga atas prestasi Persikota yang menjadi runner-up nasional. Namun, ini adalah momentum Sumpah Pemuda, di mana semua prestasi patut dirayakan. Persipan U-15 membawa pulang gelar Tim Fair Play Nasional, sebuah pengakuan atas integritas, disiplin, dan etika bertanding. Ini adalah nilai-nilai karakter yang sangat dijunjung tinggi dalam keolahragaan,” ujar manajer Persipan Pamdeglang, Ayatullah Mudjahidin.
Ayat melanjutkan, Persipan U-15 yang berasal dari Kabupaten Pandeglang, terbukti mampu bersaing hingga babak 8 Besar nasional dan dianugerahi gelar Fair Play. Gelar ini menunjukkan bahwa pemuda Banten tidak hanya unggul dalam teknik, tetapi juga dalam moral dan sportivitas.
Pengabaian atas capaian ini, kata manajer yang kerap disapa Ayat, dikhawatirkan mengirimkan pesan yang keliru kepada atlet-atlet muda di seluruh Provinsi Banten.
“Jika penghargaan hanya difokuskan pada hasil akhir (juara 1, 2, 3), maka nilai-nilai seperti sportivitas dan kejujuran akan terdegradasi. Kami mendesak DISPORA Provinsi Banten untuk segera memberikan apresiasi yang setara kepada Persipan U-15,” tambahnya.

“Komunitas sepak bola Banten berharap insiden ini menjadi evaluasi bagi Pemerintah Provinsi agar di masa mendatang, setiap prestasi yang diraih oleh pemuda Banten, baik prestasi medali maupun prestasi moral, mendapatkan pengakuan dan dukungan yang adil dan merata, seperti slogan bapak Gubernur Maju, adil, merata dan tidak korupsi,” imbuh Ayat.*








Discussion about this post