LEBAK, BANPOS – Sebanyak 287 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang telah terbentuk, baru 57 di antaranya yang aktif beroperasi dan 250 Kopdes lainnya masih jalan di tempat akibat terkendala permodalan hal tersebut diungkapkan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lebak, Imam Suangsa, menjelaskan bahwa secara keseluruhan terdapat 344 Kopdes Merah Putih yang sudah diresmikan di Kabupaten Lebak. Namun, mayoritas belum menunjukkan aktivitas usaha yang signifikan.
“Penyebab utama belum bergeraknya ratusan Kopdes Merah Putih ini karena terkendala pemodalan dari Bank Himbara,” ujar Imam, Rabu (29/10/2025).
Saat ini, pengurus Kopdes Merah Putih di Lebak tengah mengikuti pelatihan yang difasilitasi pemerintah pusat. Sebanyak 34 orang pendamping diterjunkan untuk melatih manajemen koperasi dan penyusunan proposal bisnis agar bisa mengajukan pinjaman ke Bank Himbara.
“Belum ada satu pun Kopdes Merah Putih di Lebak yang mengajukan pinjaman,” tambah Imam.
Dari 57 Kopdes Merah Putih yang telah beroperasi, sebagian memanfaatkan modal dari dana ketahanan pangan desa serta iuran anggota. Jenis usaha yang dijalankan pun lebih banyak bergerak di sektor riil, seperti perdagangan sembako.
“Kami mendorong usaha di sektor riil karena simpan pinjam berisiko tinggi,” tandasnya.
Salah satu kepala desa yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa kendala modal menjadi faktor utama lambatnya perkembangan Kopdes di daerahnya.
“Programnya bagus untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa, tapi kalau modalnya sulit, tentu pengelolanya juga kesulitan,” katanya singkat. (*)







Discussion about this post