SERANG, BANPOS – Pengangguran di Provinsi Banten hingga kini masih dalam kategori tinggi, meskipun sudah tidak menduduki posisi sebagai provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi se-Indonesia.
Saat ini, Banten menjadi Provinsi dengan pengangguran terbuka terbanyak ke-4 se-Indonesia. Angka pengangguran di Banten, kini mencapai 412 ribu orang.
Dari jumlah pengangguran ini, diketahui banyak disumbang oleh para fresh graduate atau mereka yang baru menyelesaikan pendidikan baik di jenjang SMA maupun bangku perkuliahan.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Banten berjumlah 412 ribu orang atau 6,64 persen dari total Penduduk Usia Kerja (PUK) sebanyak 9,44 juta orang.
Dari ratusan ribu orang itu, 9,34 persen TPT disumbang oleh lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Artinya, dari 100 orang angkatan kerja tamatan SMA, terdapat sekitar 9 orang pengangguran.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten, Septo Kalnadi, mengaku jika peringkat Banten sebagai daerah dengan pengangguran terbuka tertinggi ke-4 nasional sudah lebih baik ketimbang tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah tahun ini kita ranking empat, sudah 2 tahun berturut-turut, kita ranking satu,” katanya.
Meskipun secara peringkat menurun, Septo mengaku jika secara angka, Banten masih memiliki jumlah pengangguran yang cukup tinggi.
“Secara peringkat menurun, cuma kalau untuk angkanya masih cukup tinggi, tahun lalu (2024) itu 425 ribu, tahun ini 416 ribu,” tegasnya. (*)




Discussion about this post