SERANG, BANPOS – Walikota Serang, Budi Rustandi, memastikan 13 program Pemerintah Kota (Pemkot) Serang yang menjadi prioritas tetap akan dilaksanakan meski kondisi fiskal pada tahun 2026 mengalami keterbatasan akibat pemangkasan Transfer ke Daerah oleh pusat.
Sebagaimana diketahui, Pemkot Serang menjadi salah satu daerah yang terdampak kebijakan pemangkasan transfer keuangan daerah (TKD) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.
Tercatat, pemangkasan yang dialami mencapai Rp186 miliar.
Akibat kebijakan tersebut, Pemkot Serang dipaksa harus memutar otak untuk menambal kekurangan target pendapatan.
Selain itu pemerintah juga harus memikirkan cara bagaimana program-program yang sudah direncanakan tetap bisa berjalan.
“Tidak terganggu cuman ada pengurangan pasti karena bagaimanapun kan kita kekurangan fiskal, yang penting program ini sudah berjalan di 13 program tersebut ya,” kata Walikota Serang, Budi Rustandi, pada Rabu (29/10).
Salah satu upaya yang dilakukan guna memastikan program prioritas dapat tetap berjalan adalah dengan menyesuaikan kemampuan fiskal.
Kemudian upaya komunikasi politik dengan pemerintah pusat dan provinsi juga terus dilakukan, tujuannya agar mereka membantu Pemkot Serang dalam melaksanakan pembangunan di Kota Serang.
“Alhamdulillah kemarin kan sudah dua titik ya dari BPJN senilai Rp33 miliar. Alhamdulillah kan kita pelan-pelan ya, jadi dari pusat, provinsi semua membantu untuk pemerintah daerah,” ucapnya.
Di samping itu Budi juga mendorong seluruh OPD untuk bisa lebih produktif serta kreatif dalam mencari celah potensi pendapatan.
Sebab, Pemkot Serang saat ini tidak bisa bergantung sepenuhnya kepada pemerintah pusat dan provinsi dalam meningkatkan pendapatan daerahnya.
“Saya mempunyai kepercayaan diri dan keyakinan bahwa insyaallah Kota Serang bisa mengurangi ketergantungan terhadap transfer daerah,” ujarnya.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang, Imam Rana Hardiana, mengatakan bahwa usai pemerintah pusat memberlakukan kebijakan pemangkasan terhadap TKD, Pemkot Serang mulai melakukan pemilihan terhadap sejumlah program kerja yang telah direncanakan.
Sejumlah program yang dianggap prioritas dan bersentuhan langsung dengan pelayanan dasar akan tetap dipertahankan, sementara program lainnya yang bersifat seremonial akan diminimalisir.
“Kita mengutamakan program prioritas, baik itu program-program yang unggulan maupun yang pelayanan dasar supaya bisa berjalan seperti biasanya,” kata Imam Rana. (*)







Discussion about this post