CILEGON, BANPOS – Ratusan Aset yang ditargetkan bersertifikat di Cilegon pada tahun 2025 diperkirakan tak bisa selesai tahun ini sesuai target.
Kepala Bidang Aset pada BPKPAD Cilegon, Nur Fauziah, menilai bahwa berkaca pada tahun sebelumnya target yang dibuat pun hingga tahun ini belum terselesaikan.
“Kalau secara nalar tidak mungkin bisa jadi 166, yang tahun kemarin saja 39 belum jadi. Akhirnya kita masukin di tahun ini, tapi kami upayakan supaya bisa selesai tahun ini,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (29/10).
Ia menjelaskan, dari 39 bidang yang telah diajukan ke BPN dari target 50 bidang di tahun 2024, beberapa mengalami pembatalan.
“39 bidang itu diproses dari tahun kemarin. Sebanyak 50 dari tahun lalu sudah divalidasi. Ada yang nanti, ada yang dibatalkan, karena ternyata sudah bersertifikat segala macam. Sisa 39 bidang itu, tahun ini pun dilakukan pengukuran ulang, padahal tahun kemarin sudah pengukuran,” ujarnya.
Sementara itu, pada tahun 2025 target bidang aset yang bersertifikat sebanyak 166 yakni dari PUPR sebanyak 113 bidang, dari Dinkes 5 bidang, dari Dindik 9 bidang.
“Posisi sedang proses validasi berkas, yang sudah siap itu dindik, PU dan dinkes sudah kumpulkan data-datanya. Kita lagi cek lokasi ke lapangan,” tuturnya.
Ia menuturkan, dari angka 166 aset tersebut didominasi oleh aset jalan dan sekolah.
“Dari kebanyakan itu pupr jalan. Jadi kita coba validasi jalannya, ada atau tidak. Kemudian sekolah,” ucapnya.
Salah satu aset yang menempuh proses panjang itu seperti Pasar Kranggot dan Puskesmas Pulomerak.
Ia mengaku data yang kurang kerap kali menjadi masalah yang sama sejak pengurusan di tahun 2024.
“Pasar Kranggot maunya selesai tahun ini, tapi kendala lagi. Tidak selesai-selesai berkaitan dengan pelepasan hak awal, datanya ada yang kurang. Kita kesulitan dari itu,” tandasnya. (*)



Discussion about this post