CILEGON, BANPOS – Pemerintah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di empat kecamatan, yaitu Cibeber, Jombang, Citangkil, dan Pulomerak dengan total seluruh 31 kasus campak di Kota Cilegon didominasi di Kecamatan Cibeber dengan angka hingga 20 kasus.
Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon kemudian melakukan upaya penanggulangan campak di Cilegon dan dibahas dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak Rubela Tingkat Kota Cilegon di Aula Setda, Rabu (29/10) yang dipimpin langsung Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo.
Fajar mengatakan, hal itu perlu ada upaya penanggulangan campak tidak hanya bisa dilakukan secara reaktif setelah kasus ditemukan, namun juga harus disertai upaya preventif yang massif.
“Saya hari ini diminta membuka agenda ORI atau imunisasi masal, kenapa karena sudah ada case-nya, kasus campak di Cilegon sudah KLB di empat kecamatan di Cibeber, Jombang, Citangkil dan Pulomerak,” katanya.
Menurut Fajar, imunisasi lanjutan menjadi langkah konkret penanganan KLB.
Namun, ia menegaskan bahwa target sasaran anak harus benar-benar tercapai dengan kolaborasi lintas sektor.
“Intinya Campak di Cilegon tepatnya di empat kecamatan sudah KLB, sudah luar biasa (banyak). Maka perlu ada follow-up, imuninasi terus berjalan,” ucapnya.
“Tapi saya ingatkan ada target-target, maka saya minta agar kolaborasi bareng-bareng, contohnya dengan Binmas Kepolisian, kadang anak orang itu gak mau vaksin karena takut jarum, ibunya takut macem-macem,” lanjutnya.
Pada kesempatan itu, Fajar juga sempat menyayangkan camat dari seluruh wilayah tidak dilibatkan dalam rapat.
Ia berharap penanganan tidak hanya fokus pada kecamatan berstatus KLB saja.
“Kalau sekarang KPI-nya dua ,yang udah terdampak kasusnya banyak, jadi harus segera ditangani. Tapi jangan lupa dengan daerah yang tidak ada karena inget, anak sekolah itu dimana-mana,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Ratih Purnamasari menguraikan setidaknya terdapat total 31 kasus dari empat kecamatan.
Namun pihaknya juga tengah melakukan sasaran imunisasi kepada seluruh kelurahan tak hanya di empat kecamatan yang diprediksi mencapai angka ribuan.
“Angka sasaran 27 ribu sekian, terkena campak ada 31 kasus positif. 31 kasus di kecamatan Cibeber, Jombang, Pulomerak, Citangkil 2,” ucapnya.
Ia juga menuturkan, dari angka tersebut kasus yang mendominasi berasal dari Kecamatan Cibeber. “Kalau dari kasus campak didominasi dari Cibeber. Awalnya Cibeber ada 20-an,” ungkapnya. (*)



Discussion about this post