Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Kenali Aritmia, Detak Jantung Tidak Teratur yang Perlu Diwaspadai

by Lukman Hapidin
Oktober 29, 2025
in KESEHATAN
Kenali Aritmia, Detak Jantung Tidak Teratur yang Perlu Diwaspadai

SERANG, BANPOS– Rasa berdebar atau “deg-degan” sering dianggap hal biasa, apalagi di tengah gaya hidup cepat dan tekanan kerja tinggi di kawasan industri seperti Serang dan Cilegon.

Namun, di balik itu bisa tersimpan bahaya tersembunyi yaitu Aritmia. Gangguan irama jantung yang dapat memicu komplikasi serius bila tak segera ditangani.

Baca Juga

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
Tarjung PCNU Dijadikan Momentum Kembalikan Cilegon Sebagai Kota Santri

Tarjung PCNU Dijadikan Momentum Kembalikan Cilegon Sebagai Kota Santri

Maret 1, 2026

Apa Itu Aritmia?

Aritmia adalah kondisi ketika detak jantung tidak berirama normal, bisa berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Dalam kondisi normal, jantung berdetak teratur sekitar 60–100 kali per menit. Namun pada aritmia, sinyal listrik di jantung menjadi kacau, sehingga iramanya berubah.

dr. Maizan Khairun Nissa, Sp.JP(K), FIHA, AIFO-K, dokter spesialis jantung di Bethsaida Hospital Serang, mengingatkan bahwa masyarakat kerap menyepelekan keluhan berdebar.

“Masyarakat sering menganggap berdebar itu hal biasa, padahal pada sebagian kasus, aritmia bisa berbahaya, terutama aritmia yang berasal dari ventrikel (bilik jantung),” ujarnya, Rabu (29/10).

Menurutnya, banyak yang berpikir berdebar hanya karena kopi atau stres. Tapi bila detak terasa tidak teratur, lama, disertai nyeri dada, pusing, atau sesak, itu perlu segera diperiksa.

“Bisa jadi tanda aritmia,” sebutnya.

Aritmia terjadi ketika sinyal listrik di jantung bekerja tidak semestinya, membuat detaknya terlalu cepat, lambat, atau tak beraturan.

Jenis aritmia tertentu seperti Fibrilasi Atrium (AFib) bahkan bisa meningkatkan risiko stroke atau pembekuan darah, terutama pada penderita hipertensi dan diabetes.

Gaya Hidup Modern Picu Aritmia

Fenomena meningkatnya aritmia di daerah perkotaan dan industri berkaitan erat dengan pola hidup masyarakat. Kurang tidur, stres berkepanjangan, konsumsi kafein dan minuman berenergi berlebihan, serta dehidrasi menjadi faktor pemicu utama.

Ditambah lagi kebiasaan merokok, jarang berolahraga, dan pola makan tidak seimbang yang mengganggu sistem kelistrikan jantung.

“Kalau gejala seperti berdebar, lemas, atau napas pendek muncul berulang, jangan ditunda. Deteksi dini bisa mencegah kondisi memburuk,” tambah dr. Maizan.

Deteksi Dini di Heart Center Bethsaida Hospital Serang

Menjawab kebutuhan akan penanganan jantung komprehensif, Bethsaida Hospital Serang menghadirkan Heart Center terpadu yang dilengkapi fasilitas modern untuk diagnosis dan terapi gangguan irama jantung.

Mulai dari EKG, Holter Monitoring, Electrophysiology Study (EPS) hingga echocardiography dan MSCT Koroner, semua tersedia untuk memastikan penyebab gangguan irama jantung terdeteksi secara akurat.

“Penanganan aritmia tergantung dari jenis kelainan irama yang diderita. Pada kasus bradiaritmia atau irama jantung terlalu lambat, pemasangan temporary pacemaker (TPM) sampai Permanent Pacemaker (PPM) dapat dilakukan sebagai pengganti generator listrik jantung,” paparnya.

Sedangkan pada kasus takiaritmia atau irama jantung yang terlalu cepat dan tidak beraturan, seperti atrial fibrilasi, premature ventricular contraction dan ventrikel takikardia, prosedur ablasi dapat menjadi pilihan pengobatan.

“Kami berkomitmen menghadirkan layanan jantung terintegrasi mulai dari deteksi dini hingga tindakan intervensi. Dengan teknologi modern dan tim dokter berpengalaman, kami ingin masyarakat tak lagi menyepelekan tanda-tanda gangguan jantung,” tambah dr. Tirtamulya, selaku Direktur Bethsaida Hospital Serang. (*)

Tags: AritmiaCilegonJantungKota Serang
ShareTweetSend

Berita Terkait

PERISTIWA

Lulu Jamaludin Raih Ekbispar Award 2026, Dinobatkan Jadi Jurnalis Peduli Sosial Kemasyarakatan

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Warga Serang Bayar Pajak Diganjar Hampers Lebaran dari Samsat Kota Serang

Maret 7, 2026
PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
Tarjung PCNU Dijadikan Momentum Kembalikan Cilegon Sebagai Kota Santri
PERISTIWA

Tarjung PCNU Dijadikan Momentum Kembalikan Cilegon Sebagai Kota Santri

Maret 1, 2026
Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?
PEMERINTAHAN

Pesan Guru PPPK Paruh Waktu Kota Serang: Mana Berani Kami Ngomong Langsung?

Februari 28, 2026
Salah Data, Pemkot Serang Akui Belum Bayar Gaji Ratusan Guru Paruh Waktu
PEMERINTAHAN

Salah Data, Pemkot Serang Akui Belum Bayar Gaji Ratusan Guru Paruh Waktu

Februari 27, 2026
Next Post
Sandra Dewi Cabut Gugatan Keberatan Penyitaan Aset yang Mencapai Rp33 Miliar

Sandra Dewi Cabut Gugatan Keberatan Penyitaan Aset yang Mencapai Rp33 Miliar

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh