LEBAK, BANPOS — Dukungan terhadap program nasional pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto datang dari sektor pengembang swasta.
Salah satunya, Permata Mutiara Maja (PMM) yang berkomitmen menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui pembangunan cluster Beryl seluas 17 hektar di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak.
Head of Sales PMM, Syarif Hidayatullah mengatakan, cluster Beryl menjadi bukti nyata dukungan PMM terhadap upaya pemerintah dalam mempercepat penyediaan perumahan rakyat.
Ia menyebut, kawasan ini merupakan cluster rumah subsidi terbesar di Indonesia, dengan total 1.500 unit rumah bersubsidi.
“Kami sangat mendukung program 3 juta rumah dari Presiden Prabowo. Melalui cluster Beryl, kami ingin memberikan akses hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat, sekaligus berkontribusi terhadap pemerataan pembangunan di Maja dan Kabupaten Lebak,” ujar Syarif kepada BANPOS, Sabtu (25/10).
Syarif memaparkan, selain fokus pada ketersediaan unit subsidi, PMM juga memperhatikan kualitas dan kelayakan infrastruktur.
Setiap unit di cluster Beryl dilengkapi fasilitas umum dan sosial, mulai dari area hijau, tempat ibadah, hingga jalan lingkungan yang memadai.
“Subsidi bukan berarti asal bangun. Kami tetap menjamin mutu dan kenyamanan penghuni, karena rumah ini bukan sekadar tempat tinggal, tapi juga simbol kesejahteraan,” jelasnya.
Menurut Syarif, pengembangan kawasan Maja yang termasuk dalam proyek strategis nasional (PSN) terus menunjukkan prospek positif.
Kehadiran cluster Beryl dinilai menjadi langkah strategis dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat dengan penghasilan terbatas.
“Kemewahan bisa didapatkan di rumah yang murah. Tidak ribet dan mahal. Masyarakat cukup mengeluarkan Rp2 juta untuk DP, akad hingga kepemilikan SHM,” tandasnya. (*)

Discussion about this post