Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Pentingnya Menjaga Toleransi Antar Umat Beragama di Masyarakat Multikultural

by Tim Redaksi
Oktober 25, 2025
in VOX POPULI
Pentingnya Menjaga Toleransi Antar Umat Beragama di Masyarakat Multikultural

Oleh : Siti Khaerunissa
Mahasiswi FKIP Untirta
NIM: 2227230015

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keberagaman agama terbesar di dunia. Berdasarkan data resmi Kementerian Agama dan Statista, terdapat enam agama yang diakui secara sah oleh negara, yaitu Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu. Komposisi pemeluk agama di Indonesia sangat beragam: sekitar 87 persen penduduk Indonesia beragama Islam, diikuti oleh Kristen Protestan sekitar 7 persen, Katolik sekitar 3 persen, Hindu sekitar 1,7 persen, dan Buddha sekitar 0,7 persen, sementara sebagian kecil lainnya menganut Kong Hu Cu dan kepercayaan lokal.

Keberagaman ini tampak jelas di berbagai wilayah. Masyarakat Pulau Bali dikenal dengan dominasi penganut Hindu, sementara Papua dan Nusa Tenggara Timur mayoritas beragama Kristen. Di sisi lain, sebagian besar wilayah Jawa, Sumatera, dan Kalimantan didominasi oleh umat Islam. Perbedaan keyakinan tersebut tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk hidup berdampingan secara damai. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan contoh nyata masyarakat multikultural yang berlandaskan nilai-nilai toleransi dan penghormatan terhadap kebebasan beragama.

Baca Juga

Tekan Asap Sampah Warga, Kkm Untirta Hadirkan Incinerator di Kadumaneuh

Tekan Asap Sampah Warga, Kkm Untirta Hadirkan Incinerator di Kadumaneuh

Februari 9, 2026
Mahasiswa KKM 67 UNTIRTA Bangun Insinerator Minim Asap di Lambangsari

Mahasiswa KKM 67 UNTIRTA Bangun Insinerator Minim Asap di Lambangsari

Februari 7, 2026
Gubernur Andra: Kepala Daerah Harus Siap Dicaci Dimaki

Gubernur Andra: Kepala Daerah Harus Siap Dicaci Dimaki

Januari 29, 2026
Mahasiswa KKM 68 Untirta Gelar Penyuluhan Pencegahan Diabetes dan Cek Kesehatan Gratis di Desa Mangkunegara

Mahasiswa KKM 68 Untirta Gelar Penyuluhan Pencegahan Diabetes dan Cek Kesehatan Gratis di Desa Mangkunegara

Januari 26, 2026

Namun, keberagaman agama yang menjadi kekayaan bangsa ini juga dapat menimbulkan tantangan tersendiri, terutama ketika muncul sikap intoleran atau fanatisme berlebihan. Di era modern yang ditandai oleh keterbukaan informasi dan penggunaan media sosial yang masif, isu-isu keagamaan sering kali menjadi bahan perdebatan yang sensitif. Jika tidak disikapi dengan bijak, hal ini dapat memicu kesalahpahaman bahkan konflik horizontal. Oleh sebab itu, penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menanamkan dan mempraktikkan nilai-nilai toleransi antar umat beragama dalam kehidupan sehari-hari.

Toleransi beragama sikap saling menghormati, menghargai, dan menerima perbedaan keyakinan agama tanpa memaksakan kehendak, mencela, atau menghina agama lain. Toleransi beragama berarti menghormati hak setiap individu untuk beribadah dan menjalankan ajaran agamanya tanpa gangguan, ejekan, atau diskriminasi. Sikap ini tidak menuntut seseorang untuk melepaskan keyakinan pribadinya, tetapi mengajarkan bagaimana cara menghargai keberagaman keyakinan yang ada di sekitar. Dengan bersikap toleran, masyarakat dapat menciptakan suasana yang harmonis dan saling mendukung dalam perbedaan. Misalnya, dengan tidak menjelekkan ajaran agama lain, menghormati hari besar keagamaan, serta menjaga ketertiban di sekitar tempat ibadah.

Pemerintah, lembaga pendidikan, dan tokoh agama memiliki peran penting dalam memperkuat budaya toleransi di tengah masyarakat. Pendidikan karakter yang menanamkan nilai empati, saling menghormati, dan menghargai perbedaan harus diajarkan sejak dini. Sekolah dan universitas dapat menjadi ruang yang kondusif untuk membangun pemahaman lintas agama melalui kegiatan diskusi, dialog antariman, dan kerja sama sosial.

Selain itu, peran media massa juga sangat penting untuk menyebarkan pesan damai dan menekan penyebaran ujaran kebencian berbasis agama. Menjaga toleransi antar umat beragama bukan sekadar kewajiban moral, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab sebagai warga negara yang menjunjung tinggi Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai luhur tersebut menjadi fondasi agar perbedaan tidak memecah, melainkan memperkaya kehidupan berbangsa. Ketika masyarakat mampu hidup berdampingan dengan saling menghormati dan memahami perbedaan keyakinan, maka perdamaian, persatuan, dan kemajuan bangsa dapat terwujud.

Dengan demikian, toleransi bukan hanya tentang hidup berdampingan secara damai, tetapi juga tentang membangun masa depan bersama yang penuh kasih, saling pengertian, dan persaudaraan sejati di tengah keberagaman agama yang menjadi ciri khas Indonesia. (*)

Artikel Ini Ditulis Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kewarganegaraan
Dosen Pengampu: Dr. Ujang Jamaludin, S.Pd.., M.Si., M.Pd.

Referensi:

Fitri, M., & Indriyani, L. T. (2022). Toleransi antar umat beragama di ruang digital: Perspektif Al-Qur’an. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 7(1), 95–109. https://doi.org/10.29240/jdk.v7i1.6638
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2024). Data jumlah pemeluk agama di Indonesia tahun 2024. Jakarta: Kemenag RI. https://kemenag.go.id
Statista. (2024). Religions in Indonesia – Statistics & facts. Statista Research Department. https://www.statista.com/topics/13256/religion-in-indonesia/
Wulandari, S. K., Yasmin, A. R., Sugiarti, N. P. B., Komariah, S., & Hyangsewu, P. (2024). Menggali makna toleransi antar umat beragama dalam kerangka keselarasan sosial: Exploring the meaning of interfaith tolerance within the framework of social harmony. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI), 5(2), 281–296. https://doi.org/10.22373/jsai.v5i2.4845.

Tags: ToleransiUniversitas Sultan Ageng Tirtayasauntirta
ShareTweetSend

Berita Terkait

Tekan Asap Sampah Warga, Kkm Untirta Hadirkan Incinerator di Kadumaneuh
PENDIDIKAN

Tekan Asap Sampah Warga, Kkm Untirta Hadirkan Incinerator di Kadumaneuh

Februari 9, 2026
Mahasiswa KKM 67 UNTIRTA Bangun Insinerator Minim Asap di Lambangsari
PENDIDIKAN

Mahasiswa KKM 67 UNTIRTA Bangun Insinerator Minim Asap di Lambangsari

Februari 7, 2026
Gubernur Andra: Kepala Daerah Harus Siap Dicaci Dimaki
PEMERINTAHAN

Gubernur Andra: Kepala Daerah Harus Siap Dicaci Dimaki

Januari 29, 2026
Mahasiswa KKM 68 Untirta Gelar Penyuluhan Pencegahan Diabetes dan Cek Kesehatan Gratis di Desa Mangkunegara
PENDIDIKAN

Mahasiswa KKM 68 Untirta Gelar Penyuluhan Pencegahan Diabetes dan Cek Kesehatan Gratis di Desa Mangkunegara

Januari 26, 2026
Mahasiswa KKM 97 UNTIRTA Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Dusun Cikukuk Landeh
PENDIDIKAN

Mahasiswa KKM 97 UNTIRTA Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Dusun Cikukuk Landeh

Januari 26, 2026
Mahasiswa KKM 97 UNTIRTA Sosialisasikan Anti Bullying di SDN Pasanggrahan
PENDIDIKAN

Mahasiswa KKM 97 UNTIRTA Sosialisasikan Anti Bullying di SDN Pasanggrahan

Januari 26, 2026
Next Post
Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Meneguhkan Jati Diri Bangsa di Tengah Arus Globalisasi

Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Meneguhkan Jati Diri Bangsa di Tengah Arus Globalisasi

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh