Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Rotasi Mutasi Lambat, DPRD Tuding BKPSDM Cilegon Lepas Tanggung Jawab

by Lukman Hapidin
Oktober 24, 2025
in PEMERINTAHAN, POLITIK
Rotasi Mutasi Lambat, DPRD Tuding BKPSDM Cilegon Lepas Tanggung Jawab

Jajaran Komisi I DPRD Kota Cilegon saat foto bersama usai hearing, Kamis (23/10). LUKMAN HAPIDIN/BANTEN POS

CILEGON, BANPOS – Komisi I DPRD Kota Cilegon menilai proses rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon berjalan lambat.

Lembaga legislatif itu juga menuding Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) terkesan melempar tanggung jawab kepada Walikota.

Baca Juga

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
Tarjung PCNU Dijadikan Momentum Kembalikan Cilegon Sebagai Kota Santri

Tarjung PCNU Dijadikan Momentum Kembalikan Cilegon Sebagai Kota Santri

Maret 1, 2026
‘Krakatau Steel Reborn’ Momentum Kebangkitan Baja Nasional

‘Krakatau Steel Reborn’ Momentum Kebangkitan Baja Nasional

Februari 25, 2026
PCNU Cilegon Gelar Tarjung dan Napak Tilas Tokoh NU

PCNU Cilegon Gelar Tarjung dan Napak Tilas Tokoh NU

Februari 22, 2026

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Cilegon, Nadmudin, menyampaikan kekecewaannya terhadap jawaban BKPSDM saat rapat kerja bersama komisinya.

Menurutnya, hingga kini belum ada kejelasan mengenai waktu pelaksanaan rotasi dan mutasi pejabat.

“Saya kurang puas dengan jawaban BKPSDM. Kami ingin tahu target pelaksanaan rotasi-mutasi kapan, tapi mereka tidak memberikan jawaban itu,” ujarnya usai rapat dengar pendapat dengan BKPSDM, Kamis (23/10).

la menilai BKPSDM tidak proaktif dan justru mengalihkan tanggung jawab kepada kepala daerah.

Padahal, menurutnya, penyegaran jabatan sangat diperlukan untuk menjaga kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) dan pelayanan publik.

“Mereka lempar lagi ke kepala daerah. Padahal kita tahu Cilegon butuh penyegaran cepat karena dampaknya langsung ke masyarakat dan capaian target daerah. Kami tidak puas dengan jawaban BKPSDM, apakah mereka memang melempar ke Walikota atau seperti apa,” kata Nadmudin.

Lebih lanjut, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menegaskan bahwa BKPSDM harus lebih terbuka, termasuk dalam memberikan akses kepada Komisi I untuk melihat dokumen-dokumen yang telah dikirim ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Kita ini mitra. Seharusnya bisa melihat sejauh mana koordinasi mereka dengan BKN. Kami akan minta staf untuk melakukan cross check,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa persoalan lambatnya rotasi-mutasi bukan hal baru di Kota Cilegon.

“Sudah lama proses rotasi-mutasi ini lambat. BKPSDM seolah harus dikejar-kejar untuk berkoordinasi. Jangan-jangan salah pintu masuk ke BKN atau Kemendagri, atau mungkin memang ada perlakuan berbeda dibanding daerah lain,” tuturnya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Kota Cilegon, Ari Muhammad Nurhayat, menambahkan bahwa Pemkot Cilegon belum memiliki sistem manajemen talenta yang memadai untuk pengelolaan aparatur.

“Cilegon belum punya sistem manajemen talenta. Itu sebabnya tadi kita dorong agar sistem itu segera dijalankan,” katanya.

Menanggapi berbagai kritik tersebut, Kepala BKPSDM Kota Cilegon, Joko Purwanto, menjelaskan bahwa pihaknya baru menyelesaikan uji kompetensi bagi pejabat pimpinan tinggi sebagai bagian dari tahapan rotasi mutasi.

“Pemerintah Kota Cilegon baru selesai melaksanakan uji kompetensi bagi pejabat pimpinan tinggi. Ini tahap yang harus dilalui sebelum rotasi dilakukan,” ujarnya.

Joko menegaskan bahwa seluruh proses berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kalau tidak melalui tahapan itu, berarti kita tidak menjalankan manajemen pemerintahan dengan benar. Karena itu, tahapan di Cilegon memang harus kita tunggu penyelesaiannya,” jelasnya.

Terkait kesan lambatnya rotasi mutasi, Joko meminta para aparatur sipil negara (ASN) tetap bekerja profesional di mana pun ditempatkan.

“Soal lambat atau tidak, tugas ASN adalah bekerja sebaik-baiknya. Kita sudah bersumpah siap ditempatkan di mana saja di seluruh Republik ini,” tandasnya. (*)

Tags: CilegonKota Cilegon
ShareTweetSend

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
Tarjung PCNU Dijadikan Momentum Kembalikan Cilegon Sebagai Kota Santri
PERISTIWA

Tarjung PCNU Dijadikan Momentum Kembalikan Cilegon Sebagai Kota Santri

Maret 1, 2026
‘Krakatau Steel Reborn’ Momentum Kebangkitan Baja Nasional
EKONOMI

‘Krakatau Steel Reborn’ Momentum Kebangkitan Baja Nasional

Februari 25, 2026
PCNU Cilegon Gelar Tarjung dan Napak Tilas Tokoh NU
PERISTIWA

PCNU Cilegon Gelar Tarjung dan Napak Tilas Tokoh NU

Februari 22, 2026
Penetapan Pj Ketua Dianggap Tak Sah, Seluruh Pengurus Kadin Kota Cilegon Periode 2025- 2030 Diberhentikan
EKONOMI

Penetapan Pj Ketua Dianggap Tak Sah, Seluruh Pengurus Kadin Kota Cilegon Periode 2025- 2030 Diberhentikan

Februari 21, 2026
CAA Gelar Konsultasi Publik,  Perkuat Transparansi dalam Proses AMDAL
EKONOMI

CAA Gelar Konsultasi Publik, Perkuat Transparansi dalam Proses AMDAL

Februari 16, 2026
Next Post
Pemkot Tangerang Gelar Sosialisasi Pajak Penerangan Jalan

Pemkot Tangerang Gelar Sosialisasi Pajak Penerangan Jalan

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh