JAKARTA, BANPOS – Nilai tukar rupiah bergerak melemah menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) siang ini.
Pada pembukaan perdagangan Rabu (22/10/2025), rupiah dibuka turun 0,03 persen ke level Rp 16.615 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 16.585 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang naik 0,12 persen, dolar Singapura menguat 0,05 persen, won Korea Selatan naik 0,06 persen, dan baht Thailand juga menguat 0,12 persen. Sementara itu, dolar Taiwan melemah 0,10 persen dan ringgit Malaysia turun tipis 0,02 persen.
Indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama tercatat melemah 0,05 persen ke level 98,66. Adapun nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,02 persen ke posisi Rp 19.061, terhadap poundsterling Inggris menguat 0,03 persen ke Rp 22.170, dan terhadap dolar Australia naik tipis 0,01 persen ke Rp 10.755.
Analis pasar keuangan Lukman Leong menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh sikap wait and see investor jelang keputusan BI terkait kebijakan suku bunga.
“Nilai tukar rupiah masih tertekan karena pelaku pasar menanti hasil RDG BI hari ini. Indeks dolar sendiri masih menunjukkan tren penguatan, sehingga rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 16.500–Rp 16.600 per dolar AS sepanjang hari ini,” ujar Lukman.
Ia menambahkan, arah pergerakan rupiah ke depan sangat bergantung pada keputusan BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian global. (*)

Discussion about this post