CILEGON, BANPOS – Kondisi Pasar Kranggot kembali semrawut. Hanggar yang disediakan untuk para pedagang hingga kini belum ditempati.
Berdasarkan pantauan di lapangan sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa (21/10) sejumlah pedagang masih berjualan di sepanjang jalan pintu masuk dan keluar pasar tanpa ada petugas Satpol PP yang berjaga.
Berdasarkan sumber internal BANPOS bahwa pedagang di sekitar pintu masuk Pasar Kranggot memang sering ditertibkan, tapi tidak lama kemudian kembali berjualan di lokasi yang sama.
“Sudah sering ditertibkan, tapi mereka (PKL) berjualan kembali di sepanjang pintu masuk dan keluar,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Satpol PP Kota Cilegon, Tunggul Fernando Simanjuntak, mengatakan bahwa kondisi tersebut terjadi karena pedagang yang sudah diundi untuk menempati hanggar belum juga masuk ke dalam.
“Sebenernya bukan kembali semrawut, tapi konsep awalnya memasukkan pedagang di luar ke dalam. Tetapi sampai hari ini, terkait dengan pengisian hanggar itu, yang sudah diundi namanya itu sampai sekarang belum ada yang masuk ke dalam,” ujar Tunggul, Selasa (21/10).
Ia menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) agar menindaklanjuti hal tersebut.
“Kita sudah koordinasikan juga ke Disperindag, semacam peringatan kalau terkait di dalam tidak diisi, itu akan dibatalkan undian itu, saran kita dari Satpol PP,” katanya.
Menurut Tunggul, Satpol PP sejauh ini hanya bisa menertibkan pedagang yang berjualan di luar area pasar. Namun, karena bagian dalam pasar belum ditempati, kondisi tetap tidak tertata.
“Kita kemudian tetap menertibkan tiap hari, tapi kenapa gak beres-beres karena belum diisi di dalamnya. Saya dengar dari Disperindag alasan mereka tidak mau di hanggar karena meja terlalu tinggi, sempit, dan bau sampah,” ujarnya.
Meski begitu, Satpol PP tetap melakukan patroli rutin di pintu masuk pasar untuk mengurangi aktivitas pedagang di luar area.
“Kenapa masih banyak pedagang? Ya memang masih banyak, mungkin mereka bisa sudah membaca kapan kami datang. Makanya kami berinovasi jamnya berubah patrolinya,” kata Tunggul. (*)




Discussion about this post