Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Indonesia Diperhitungkan Dunia Berkat Diplomasi Tegas Prabowo

by Tim Redaksi
Oktober 20, 2025
in INTERNASIONAL
Indonesia Diperhitungkan Dunia Berkat Diplomasi Tegas Prabowo

Presiden Prabowo Subianto (berjas abu-abu) saat menghadiri KTT Sharm ElSheikh di Mesir, (13/10/2025).

JAKARTA, BANPOS – Setahun terakhir, politik luar negeri Indonesia banyak menorehkan banyak pencapaian penting. Puncaknya terjadi saat Presiden Prabowo Subianto naik ke podium Sidang Umum ke-80 PBB di New York, Amerika Serikat, pada 23 September 2025. Di forum bergengsi itu, Prabowo berhasil mencuri perhatian dunia lewat sikap tegasnya membela kemerdekaan Palestina. Pidatonya yang lugas dan berani tersebut membuat Indonesia kembali diperhitungkan di kancah global.

Kehadiran Prabowo di podium tertinggi diplomasi dunia itu memang sudah lama dinanti. Maklum, sudah sepuluh tahun Presiden RI tak hadir langsung menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB. Yang membuat momen ini makin istimewa, Prabowo mendapat giliran berpidato di urutan ketiga. Tepat setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Baca Juga

Siswa Sekolah Rakyat Belajar di Perpusnas Rasakan Literasi Inklusif

Siswa Sekolah Rakyat Belajar di Perpusnas Rasakan Literasi Inklusif

Desember 15, 2025
Prabowo Minta Pembahasan Wacana Amandemen UUD 1945 Tidak Tergesa-gesa

Prabowo Minta Pembahasan Wacana Amandemen UUD 1945 Tidak Tergesa-gesa

Desember 5, 2025
Prabowo Tinjau Pengungsi di Tapanuli Tengah, Soroti Jalur Putus dan BBM

Prabowo Tinjau Pengungsi di Tapanuli Tengah, Soroti Jalur Putus dan BBM

Desember 1, 2025
Gubernur Andra Soni Targetkan ‘Multiplier Effect’ HPN 2026 Serang

Gubernur Andra Soni Targetkan ‘Multiplier Effect’ HPN 2026 Serang

November 30, 2025

Dalam pidatonya di hadapan 190 delegasi negara, Prabowo menyampaikan pesan moral tentang kemanusiaan dan solidaritas global. Secara khusus, dia menyoroti perjuangan rakyat Palestina dan tragedi kemanusiaan di Gaza. Dengan suara tegas, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berkontribusi nyata menjaga perdamaian dunia di bawah bendera PBB. Kepala Negara bahkan menyatakan kesiapan mengerahkan 20 ribu prajurit untuk membantu menjaga perdamaian di Gaza. “Kami siap mengambil bagian dari beban. Bukan hanya dengan tenaga, tapi juga dengan kontribusi finansial,” tegasnya.

Terakhir, Prabowo juga menegaskan posisi Indonesia yang konsisten mendukung solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan damai mengakhiri konflik panjang Palestina-Israel. “Indonesia tahu rasanya dijajah. Karena itu, kami berdiri bersama Palestina,” ujar Prabowo, yang langsung disambut tepuk tangan para delegasi dunia.

Tak sampai sebulan setelah pidatonya di PBB, Prabowo kembali mencuri perhatian dunia. Mantan Menteri Pertahanan itu ikut menghadiri KTT Perdamaian Gaza yang digelar di Kota Sharm El-Sheikh, Mesir, 13 Oktober 2025. Forum yang digagas oleh Amerika Serikat dan Mesir itu dihadiri oleh 20 pemimpin dunia. Prabowo memang tidak termasuk dalam jajaran pemimpin yang menandatangani dokumen gencatan senjata. Meski begitu, kehadirannya di forum itu menjadi sorotan. Bahkan, Presiden AS Donald Trump secara terbuka memuji Prabowo sebagai “a very incredible man of Indonesia.” Pujian langka dari Trump, yang dikenal jarang melempar sanjungan ke pemimpin negara lain.

Selain di dua panggung tersebut, Prabowo juga giat hadir berbagai forum internasional. seperti KTT G20, APEC, BRICS, hingga Forum Ekonomi St. Petersburg, di Rusia. Dia juga aktif mem perkuat hubungan bilateral. Dalam setahun, Prabowo tercatat mengunjungi 35 negara. Dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura sampai negara Adi kuasa seperti China, dan Rusia.

Tak hanya lincah di panggung politik global, Prabowo juga agresif menggenjot diplomasi ekonomi. Salah satu capaiannya adalah bergabungnya Indonesia dengan BRIC. Blok ekonomi beranggotakan Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Kebijakan tersebut memperluas jejaring ekonomi Indonesia sekaligus membuka peluang investasi lintas benua.

Selain itu, pemerintah juga menuntaskan dua perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA). Yaitu dengan Uni Eropa dan Kanada. Melalui kerja sama ini, Indonesia kini memiliki pijakan kuat di dua pasar besar dunia. Produk-produk Indonesia bisa masuk ke pasar Eropa dan Amerika Utara dengan tarif rendah bahkan nol persen. Kedua perjanjian itu diyakini akan mendorong ekspor, menarik investasi baru, dan menciptakan lapangan kerja lebih luas di dalam negeri.

Diplomasi Prabowo mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan. Termasuk dari Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. Dia menilai, pidato Presiden di PBB, merupakan salah satu pernyataan paling berani Indonesia di panggung dunia. Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia mengirim 20 ribu pasukan perdamaian ke Gaza maupun wilayah konflik lain bila diputuskan PBB. “Presiden ingin menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya bicara soal perdamaian. Kita siap ikut menanggung beban itu, dengan prajurit kita, bahkan dengan dukungan dana. Pesan ini kuat sekali,” ujar Meutya.

Mantan jurnalis televisi ini menambahkan, sikap tersebut lahir dari pengalaman panjang bangsa Indonesia yang pernah merasakan pahitnya penjajahan dan ketidakadilan. “Karena itu ketika Presiden mengatakan kekuasaan tidak bisa menjadi kebenaran, kebenaranlah yang harus menjadi kebenaran, dunia patut mendengarnya,” ujarnya.

Menurut Meutya, langkah Presiden juga menegaskan bahwa negara berkembang seperti Indonesia bisa mengambil peran penting di kancah global. “Indonesia tidak menunggu. Kita menawarkan solusi. Kita ingin menjadi bangsa yang memberi harapan, bukan hanya untuk Palestina, tapi untuk kemanusiaan,” katanya. Meutya menegaskan, pernyataan Presiden soal Palestina juga meneguhkan posisi Indonesia dalam mendukung solusi dua negara. Yaitu Palestina yang merdeka berdampingan dengan Israel yang aman.

Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran Prof. Teuku Rezasyah menilai, politik luar negeri Indonesia setahun terakhir memang mencatat banyak capaian penting. Puncaknya, saat Presiden Prabowo Subianto berpidato di Sidang Umum PBB. Menurut dia, momen itu menandai kembalinya Indonesia sebagai pemain sentral di panggung dunia. Dan yang membuat istimewa, Prabowo mendapat kehormatan bicara pada urutan ketiga. Kata Rezasyah, ini sebuah posisi yang tak sembarangan.

Kata dia, jatah pertama memang selalu untuk Brazil. Itu tradisi sejak PBB berdiri tahun 1945. Karena Brazil dianggap negara ketiga yang paling aktif mendukung pendirian PBB. “Saat itu negara-negara besar seperti Inggris, Belanda, Prancis, Spanyol, dan Portugal, yang notabene bekas penjajah, merasa canggung bicara duluan di forum dunia. Maka, posisi pembuka diberikan kepada Brazil, disusul AS sebagai tuan rumah, lalu negara-negara lain,” kata Rezasyah, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka, Kamis (16/10/2025).

Nah, tahun ini, Indonesia mendapat kehormatan berbicara di posisi ketiga. Menurut Rezasyah, itu bukan kebetulan. Ini tentu hasil konsensus dengan negara-negara lain. “Indonesia mendapat posisi ketiga, karena Prabowo dinilai membawa semangat baru dan gaya kepemimpinan yang tegas, berani, tapi menenangkan. Indonesia dianggap bisa menjadi juri bicara negara lain dan dianggap sebagai penghubung antar peradaban,” ungkapnya.

Menurut Rezasyah, Prabowo memanfaatkan kesempatan berbicara itu dengan baik. Dalam pidatonya, Prabowo berani berbicara soal tragedi kemanusiaan di Gaza dan menegaskan kembali dukungan penuh Indonesia terhadap Solusi Dua Negara sebagai jalan damai yang adil.

Memang, ada sejumlah kritik yang menilai pidato Prabowo kurang akademis. Namun, menurut Rezasyah, hal itu justru tidak relevan. Pidato kepala negara bukan makalah ilmiah. Yang penting pidato itu ada pembuka, isi, dan penutupnya jelas, pesannya mengena, dan bisa dimengerti dunia. “Kalau publik dunia tersentuh, mereka berdiri dan bertepuk tangan tanpa diminta. Dan itu yang terjadi,” ujarnya. Gaya bicara Prabowo yang lugas dan emosional bahkan berhasil mencuri perhatian tuan rumah.

Selain pidato di PBB, kata Rezasyah, capaian membanggakan dari diplomasi Indonesia adalah kehadiran Prabowo dalam KTT Perdamaian Gaza di Mesir. Ini menunjukkan Indonesia semakin diperhitungkan dan dianggap kredibel di mata dunia.

Kehadiran Prabowo menegaskan posisi Indonesia sebagai qualified middle power atau kekuatan menengah yang mampu bernegosiasi di level global. Artinya, Indonesia mampu menjalankan kepentingan-kepentingan nasionalnya di dalam dan luar negeri dan mampu melakukan perundingan langsung dengan berbagai pihak sekaligus.

“Indonesia memang bukan negara adidaya, tapi punya kapasitas dan kepercayaan diri untuk berbicara di forum internasional. Terutama dalam isu kemanusiaan, perdamaian, dan perdagangan,” ujarnya.

Kata Rezasyah, Indonesia meski tidak berada di kawasan, punya kedekatan dengan Palestina. Sehingga memiliki posisi moral yang kuat untuk berbicara soal Gaza. Karena alasan ini, kata dia, Trump memberikan pujian terbuka kepada Prabowo. Kehadiran Indonesia dalam KTT Perdamaian Gaza memberi nilai tambah dalam kesepakatan itu. “Karena negara-negara lain melihat Prabowo sebagai sosok yang bisa dipercaya untuk menjadi penghubung masa depan Gaza,” paparnya.

Rezasyah menilai, keberhasilan Prabowo di panggung diplomasi tak lepas dari pengalaman panjangnya. Prabowo sudah kenyang makan asam garam. Pernah di militer, sempat menjadi oposisi, dan kini memimpin pemerintahan. Prabowo juga tidak menunggu “dapur dalam negeri” beres dulu untuk bergerak di luar. Keduanya berjalan beriringan. Menata dalam negeri sambil aktif berdiplomasi ke luar negeri.

“Hasilnya, Prabowo kini bukan hanya berkibar di Tanah Air, tapi juga bersinar di panggung dunia,” pungkasnya. (*)

Source: RM.ID
Tags: Kemerdekaan PalestinapalestinaPBBPemerintahan Prabowopresiden prabowo subianto
ShareTweetSend

Berita Terkait

Siswa Sekolah Rakyat Belajar di Perpusnas Rasakan Literasi Inklusif
KESRA

Siswa Sekolah Rakyat Belajar di Perpusnas Rasakan Literasi Inklusif

Desember 15, 2025
Prabowo Minta Pembahasan Wacana Amandemen UUD 1945 Tidak Tergesa-gesa
NASIONAL

Prabowo Minta Pembahasan Wacana Amandemen UUD 1945 Tidak Tergesa-gesa

Desember 5, 2025
Prabowo Tinjau Pengungsi di Tapanuli Tengah, Soroti Jalur Putus dan BBM
POLITIK

Prabowo Tinjau Pengungsi di Tapanuli Tengah, Soroti Jalur Putus dan BBM

Desember 1, 2025
Gubernur Andra Soni Targetkan ‘Multiplier Effect’ HPN 2026 Serang
NASIONAL

Gubernur Andra Soni Targetkan ‘Multiplier Effect’ HPN 2026 Serang

November 30, 2025
Dijenguk Suami Sebelum Dibebaskan, Mantan Dirut ASDP Terima Titipan Buku, Biskuit, dan Bubur
NASIONAL

Dijenguk Suami Sebelum Dibebaskan, Mantan Dirut ASDP Terima Titipan Buku, Biskuit, dan Bubur

November 28, 2025
Tiba Di Tanah Air, Gibran Langsung Lapor Presiden
NASIONAL

Tiba Di Tanah Air, Gibran Langsung Lapor Presiden

November 25, 2025
Next Post
Wakil Wali Kota: “Ngider Sehat” di Tangerang Selatan Sejalan Program CKG

Wakil Wali Kota: "Ngider Sehat" di Tangerang Selatan Sejalan Program CKG

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh