SERANG, BANPOS — Warga Perumahan Graha Walantaka, Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang resah. Pasalnya, terdapat limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dibuang begitu saja di dekat pemukiman mereka.
Berdasarkan pantauan BANPOS di lokasi, terlihat beberapa peralatan medis bekas pakai seperti filter dialyzer, kantong labu darah, selang infusan, serta pakaian bekas berceceran di lahan perkebunan warga. Sementara sebagian lainnya sudah habis dibakar oleh warga.
Aan, warga sekitar, mengatakan bahwa sampah itu sudah ada sejak Senin (13/10) lalu. Namun, ia mengaku tidak mengetahui kapan persisnya sampah itu dibuang di lahan tersebut.
“Kemungkinan malam lah dibuangnya kalau nggak gitu dimarahin. Kalau tahu nggak boleh, nggak sembarangan dibuang di sini,” katanya.
Kemudian ia pun menegaskan bahwa limbah medis B3 itu bukan berasal dari lingkungan sekitar melainkan dari luar daerah. “Ini bukan dari warga kita, ini dari luar,” tegasnya.
Keberadaan limbah berbahaya tersebut membuat Aan resah. Ia berharap masalah itu dapat segera ditangani. “Terganggu banget, kita aja hati-hati kalau mau membuang sampah,” ujarnya.
Yudi, warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi limbah medis B3, menuturkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya limbah medis B3 itu tiba di lokasi sekitar jam 23.00 WIB.
Kemudian limbah itu diyakini berasal dari rumah sakit di sekitar daerah Kota Cilegon.
“Saya cuman dapat infonya itu sampah datang malam sekitar jam 11an, terus dari rumah sakit Cilegon. Itu doang, tapi nggak tahu rumah sakitnya apa,” tutur Yudi.
Yudi merasa keberadaan limbah medis B3 itu sangat mengganggu kenyamanan.
Sebab, dari lokasi limbah itu berada tercium bau obat yang sangat menyengat hingga mengganggu indra penciumannya.
“Kalau malam-malam itu agak bau obat gitu doang,” ucapnya resah.
Selain mengganggu kenyamanan, keberadaan limbah medis B3 itu juga dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi warga sekitar yang terdampak.
“Kan tahu sendiri pak, namanya sampah medis kan takut tertular penyakit,” imbuhnya dengan perasaan khawatir. (*)






Discussion about this post