SERANG, BANPOS — Lurah Pengampelan, Tuti Sumiati, mengaku merasa kecolongan terhadap kasus keberadaan limbah medis B3 ilegal di lingkungan Perumahan Graha Walantaka, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.
Ia mengaku tidak mengetahui persis kapan limbah itu datang dan darimana asalnya.
Tuti mengaku, baru mengetahui keberadaan limbah tersebut setelah dihubungi oleh Polsek Walantaka pada Minggu tengah malam sekitar pukul 23.00 WIB.
“Mau ngebel (telepon) pak Camat kan sudah malam takut mengganggu, sudah tidur ya. Kata saya, nanti ajalah pagi sambil saya ninjau cek lokasi,” terangnya.
Namun di waktu yang sama pada tengah malam, kata Tuti, salah seorang stafnya dari Seksi Keamanan dan Ketertiban Umum Kelurahan Pengampelan, Syatibi, telah mendatangi Polsek Walantaka untuk memberikan keterangan.
“Kalau dari sini Kasi Trantib dipanggil pak Polsek sama Danramil. Itu juga langsung terjun, lokasinya langsung dikasih garis polisi,” ujarnya.
Saat ditemui, Syatibi mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang diperolehnya limbah-limbah itu berasal dari luar wilayah Kota Serang.
“Kan di berita itu dari rumah sakit di Cilegon,” katanya.
Kemudian ia menambahkan, dalam kasus tersebut diduga ada keterlibatan warga sekitar.
Sebab, menurutnya, bagaimana mungkin supir truk pengangkut limbah tahu ada lahan kosong di sekitar Perumahan Graha Walantaka serta jalur aman untuk menuju ke sana.
“Karena mana mungkin artinya kan sopir nggak tahu dari daerah mana, bisa tahu lokasi kalau nggak ada yang ngawal,” ucapnya.
Oleh karenanya, kata Syatibi, pihak Kepolisian telah memanggil beberapa warga Perumahan Graha Walantaka untuk dimintai kesaksian terkait kasus tersebut. Adapun warga yang dipanggil itu berinisial K dan S.
“Dia juga saksi mata sih. Orang sini saksi mata yang pengelola sampah,” terangnya.
Sementara itu Tuti mengatakan sesuai dengan arahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, pihak kelurahan telah memberikan himbauan kepada warga sekitar untuk tidak mendekati area limbah medis B3.
Hal itu guna meminimalisir risiko yang terjadi akibat limbah berbahaya tersebut.
“Sebelum dibuang jangan sampai ada yang mendekat karena takutnya di situ kan ada jarum suntik, berbahaya,” ucapnya. (*)






Discussion about this post