SERANG, BANPOS — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Muhammad Ishom, terus berupaya mencari cara agar biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) di kampusnya tetap terjangkau.
Salah satunya dengan berusaha menurunkannya, namun tanpa harus mengorbankan status UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten sebagai Badan Layanan Umum (BLU).
Hal itu dilakukan karena meskipun UKT UIN Sultan Maulana Hasanuddin relatif lebih murah bila dibandingkan dengan kampus lainnya, namun ia memahami kondisi ekonomi masyarakat Banten yang menuntut biaya pendidikan lebih ringan.
“Kami memahami, ya Banten dengan kondisi ekonomi masyarakatnya seperti ini sehingga yang ingin kami lakukan itu adalah ke depan mungkin lebih murah lagi (UKT-nya),” kata Ishom.
Ia pun menjelaskan, penurunan itu dilakukan dengan mengatur ulang persentase grade UKT hingga ke level yang benar-benar terjangkau, meskipun cara itu berbenturan dengan tantangan sebagai institusi BLU.
Sebab, selama ini UIN Sultan Maualana Hasanuddin Banten sangat bergantung pada UKT sebagai sumber pendapatan untuk membiayai operasional mandiri, termasuk pembayaran Tunjangan Kinerja (Tukin) para dosen.
“Ini PR, mengapa satu sisi kalau umpamanya kita menurunkan UKT kan juga berpengaruh kepada pendapatan BLU,” ucapnya.
Maka dari itu, kata Ishom saat ini dirinya tengah merancang strategi pendapatan baru dengan memanfaatkan aset kampus untuk kepentingan bisnis.
“Misalnya Kampus Satu, sekarang kita lagi revitalisasi kampus, kita akan gunakan untuk jadi pusat bisnis di sana,” ungkapnya.
Langkah konkret yang diusung adalah mengubah gedung-gedung yang tidak terpakai menjadi ruko yang bisa disewakan. Selain itu, Rektor juga aktif mencari investor untuk mengembangkan potensi kampus.
Dengan begitu, diharapkan UIN Banten tidak lagi mengandalkan UKT sebagai sumber pendapatan utama.
“Mau enggak mau sebetulnya kalau kita tidak mengembangkan unsur yang lain, ya UKT ini segitu. Karena itu pun sudah paling murah,” jelasnya.
Rektor Ishom meminta waktu dan dukungan dari semua pihak, termasuk mahasiswa, karena perubahan besar ini membutuhkan proses.
“Enggak mungkin cepat-cepat begini, butuh proses. Tapi sekarang masih mencoba jejaring,” tutupnya, optimis UIN SMH Banten akan menjadi kampus yang lebih diperhitungkan di kancah nasional dan internasional,” paparnya. (*)





Discussion about this post