JAKARTA, BANPOS – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa penguatan iklim investasi merupakan kunci utama dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut disampaikan Suahasil dalam acara “1 Tahun Prabowo–Gibran: Optimism on 8% Economic Growth” yang digelar di JS Luwansa Hotel & Convention Center, Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Suahasil menjelaskan bahwa meski APBN memiliki peran penting sebagai katalis, sektor swasta tetap menjadi motor utama dalam menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Karena itu, pemerintah terus berupaya memperkuat kepastian hukum, mempercepat reformasi struktural, serta mendorong pembangunan infrastruktur dan penguatan sumber daya manusia (SDM).
“Untuk investasi, kuncinya iklim investasi. The majority adalah di investasi, di dunia usaha dan di masyarakat. Jadi yang paling penting adalah iklimnya. Keyakinan kepada iklim investasi, kepastian hukum, structural reform yang tadi disampaikan, SDM-nya kita perbaiki, lalu kemudian infrastrukturnya kita bangun. Itu dia kombinasinya,” ujar Suahasil.
Lebih lanjut, Suahasil menekankan pentingnya disiplin eksekusi anggaran dalam mendukung efektivitas kebijakan fiskal. Ia mengingatkan seluruh kementerian dan lembaga agar mempercepat realisasi belanja negara, terutama di triwulan terakhir tahun anggaran.
“Nah, tugas kami sebagian adalah APBN, kita pastikan APBN-nya yang tadi 14% itu jalan dengan baik. Jadi kalau Pak Menteri Keuangan selalu bilang, bahwa APBN-nya dijalankan dong. Kalau sudah dikasih anggaran, dieksekusi dong. Jangan sudah dikasih anggaran terus nggak dieksekusi,” tegasnya.
Selain mendorong iklim investasi di sektor riil, Suahasil juga menyoroti pentingnya stabilitas sektor keuangan dan pasar modal untuk menjaga kepercayaan investor. Suahasil menegaskan, dengan kolaborasi kebijakan fiskal yang efektif, reformasi struktural yang berkelanjutan, dan kepastian hukum yang kuat, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Iklim investasi bukan hanya soal sektor riil, tapi juga sektor keuangan, pasar modalnya, perbankannya, stabilitas sektor keuangannya, dan serusnya. Ini kita lakukan semua dengan otoritas-otoritas terkait,” lanjut Suahasil.
“Masyarakat mau bekerja di perekonomian kita, menciptakan kegiatan ekonomi, dan nanti ujungnya kontribusif aja. Kita kembalikan lagi ke dalam bentuk infrastruktur, logistik, SDM, pendidikan, kesehatan, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Jadi iklim investasi adalah kata kuncinya,” tutupnya. (*)

Discussion about this post