JAKARTA, BANPOS – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyambangi Kantor Kemenhan di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (15/10/2025) pagi. Kedatangan Paloh untuk bertemu Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Usai ngobrol selama 1 jam, Sjafrie-Paloh merasa saling dapat vitamin.
Paloh datang seorang diri pukul 10.02 WIB mengenakan jas biru tua. Ia disambut langsung oleh Sjafrie bersama Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto. Kehadiran Paloh diiringi nyanyian Mars Bela Negara dan Mars Partai NasDem oleh marching band kadet Universitas Pertahanan (Unhan).
Selanjutnya, Sjafrie-Paloh melakukan pertemuan tertutup di Ruang Manggala Yudha, samping Aula Bhinneka Tunggal Ika, Kemenhan. Setelah 1 jam, Sjafrie-Paloh sama-sama keluar ruangan dan memberikan keterangan pers.
“Terima kasih kepada Pak Surya Paloh atas nasihat dan pandangannya. Itu menjadi vitamin yang kami jadikan stamina menghadapi tugas-tugas berat ke depan,” kata Sjafrie selepas pertemuan.
Bagi Sjafrie, pertemuan dengan Paloh memiliki makna penting. Bukan hanya karena Paloh adalah pimpinan partai besar, tapi juga karena keduanya memiliki pandangan serupa tentang pentingnya menjaga keseimbangan nasional.
Menurutnya, masukan yang diberikan Paloh bersifat informal namun sarat dengan nilai nasionalisme dan patriotisme. Pandangan tersebut dianggap bermanfaat bagi Kemenhan dalam menjalankan peran menjaga stabilitas dan kedaulatan negara.
“Tugas Kemenhan mencakup dua dimensi, yaitu pertahanan dan kedaulatan negara,” ujar mantan Wakil Menteri Pertahanan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.
Sjafrie menjelaskan, alasan menerima kunjungan pimpinan partai politik adalah bagian dari upaya memperluas dialog kebangsaan. Kemenhan tidak sekadar menjadi institusi pertahanan militer, tapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga kesatuan dan ketahanan nasional.
Dirinya bahkan menegaskan pintu Kemenhan terbuka untuk berbagai kalangan, termasuk partai politik. Keterbukaan ini menjadi wujud persatuan dalam kehidupan berbangsa.
Usai NasDem, Sjafrie mengungkapkan, PKS juga akan datang berkunjung. Rencananya, PKS akan datang Jumat (17/5/2025). “Kami harus ada di dalam satu soliditas. Silakan partai lain, insya Allah dalam minggu ini akan berkunjung,” tandasnya.
Paloh ikut menanggapi bahwa pertemuan dengan Sjafrie telah memberinya “vitamin kebangsaan” yang membesarkan hati dan memperkuat semangat. “Yang mendapatkan vitamin bukan hanya Pak Sjafrie. Saya sendiri juga mendapatkan banyak vitamin dari beliau tadi,” ungkap Paloh.
Politisi berdarah Aceh ini mengaku diberikan kehormatan yang luar biasa oleh Menhan Sjafrie. “Mengingat persahabatan yang cukup lama, kami bisa berdiskusi jauh lebih dalam dari hati ke hati,” ujarnya.
Pertemuan itu menjadi ajang berbagi pandangan dan mempertebal keyakinan. Perjuangan bangsa, seberat apa pun, akan lebih mudah dihadapi jika dijalankan bersama.
Semangat kebangsaan dan komitmen moral menjadi fondasi utama untuk memperkuat arah pemerintahan. “Jadi, ini saling memperkuat dan membesarkan hati. Itu pada intinya,” tegas eks politisi Golkar ini.
Paloh juga menepis tafsir politik yang berkembang di luar. Ia menegaskan, pertemuan dengan Sjafrie tidak berkaitan dengan kemungkinan NasDem bergabung ke kabinet.
Menurutnya, diskusi difokuskan pada bagaimana melihat perjalanan bangsa Indonesia dengan pergumulan yang besar. Serta gagasan besar yang ingin dicapai oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Fungsi partai politik bersama elemen masyarakat, kata dia, sebagai motor penggerak keberhasilan pemerintahan. Kemenhan bersama NasDem memiliki tugas agar pemerintahan berjalan sesuai harapan.
“Apakah memang sekarang yang NasDem di luar kabinet nanti ada pembicaraan ke arah kabinet? Enggak ada,” tegas Paloh.
Ia juga membuka peluang adanya pertemuan lanjutan dengan Menhan. Namun, tidak semua pembahasan bisa disampaikan secara gamblang kepada masyarakat.
“Komunikasi itu tidak selamanya bisa dipahami, dilaporkan, dan diketahui oleh kawan-kawan pers,” pungkasnya. (*)


Discussion about this post