SERANG, BANPOS – Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan fokus penguatan manajemen keuangan bagi pelaku UMKM Raisya Catering di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus upaya meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sosial dan ekonomi masyarakat.
Ketua Kelompok PKM, Alfian Nugraha, menjelaskan bahwa program tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap banyaknya pelaku UMKM yang masih kesulitan mengelola keuangan secara sistematis.
“Kami menyadari banyak UMKM yang belum memahami pentingnya sistem penganggaran dalam pengelolaan usaha. Tujuan utama kami membantu Raisya Catering menerapkan sistem anggaran sebagai alat perencanaan dan pengendalian yang efektif,” ujarnya kepada BANPOS, Kamis (16/10).
Program PKM dimulai dengan survei dan wawancara langsung untuk memetakan kebutuhan UMKM.
Hasilnya, tim menemukan bahwa pelaku usaha masih minim pemahaman dasar mengenai pembukuan dan perencanaan biaya produksi.
Menjawab kondisi tersebut, tim mahasiswa menyusun pelatihan praktis tentang konsep dasar penganggaran, mulai dari penyusunan anggaran, estimasi biaya produksi, hingga analisis keuangan sederhana.
Kegiatan dikemas secara interaktif melalui kombinasi teori dan praktik, serta dilengkapi pendampingan berkala.
Pemilik Raisya Catering, Nail El Farah, mengaku merasakan manfaat besar dari kegiatan tersebut.
“Sekarang kami bisa mengelola keuangan lebih terstruktur. Kami mampu memperkirakan pendapatan, mengontrol pengeluaran, dan mengambil keputusan berdasarkan data keuangan,” tuturnya.
Selain itu, mahasiswa juga membantu menentukan harga jual produk berdasarkan perhitungan biaya produksi yang lebih akurat, sehingga usaha menjadi lebih kompetitif dan menguntungkan.
Salah satu peserta, Nida Yuliyanti, menyampaikan apresiasinya.
“Kami sangat terbantu dan berkomitmen menerapkan praktik yang sudah diajarkan. Ini penting untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja usaha kami,” ujarnya.
Kegiatan PKM ini tidak hanya berdampak bagi pelaku UMKM, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran nyata bagi mahasiswa.
Salah satu anggota tim, Nisrina, mengaku mendapatkan pengalaman berharga dalam menerapkan teori akuntansi manajemen ke dunia nyata.
“Kami belajar memahami kebutuhan riil pelaku usaha, mengasah kemampuan komunikasi, dan pemecahan masalah. Teori yang kami pelajari di kelas terbukti sangat aplikatif,” katanya.
Sementara itu, Dosen pembimbing, Nistri Kusumawardani, berharap kegiatan ini dapat menjadi model pendampingan berkelanjutan.
“Kami ingin program ini berkembang menjadi pusat pendampingan UMKM di kampus atau bahkan bermitra dengan pemerintah daerah dan dunia industri. Sinergi antara akademisi dan pelaku usaha sangat penting untuk memperkuat ekonomi lokal,” tandasnya. (*)

Discussion about this post