JAKARTA, BANPOS – Indonesia National Air Carriers Association (INACA) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 di kantor INACA, Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Acara syukuran dihadiri Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa, Direktur Angkutan Udara Agustinus Budi Hartono, perwakilan dari Angkasa Pura Indonesia, AirNav Indonesia, Pertamina Patra Niaga, Jasa Raharja, Boeing Company, dewan pakar, pengurus, dan maskapai anggota INACA.
Pada peringatan HUT ke-55 ini, INACA mengusung tema ‘Roadways of Sustainable Aviation: Green, Smart, and Harmonized’. Sejalan dengan tema tersebut, INACA menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti Indonesia Aero Summit yang telah digelar pada Juli 2025, seminar Sustainable Aviation Fuel (SAF) bekerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga, dan BARINDO (asosiasi maskapai penerbangan asing di Indonesia).
Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja menegaskan, bahwa penerapan penerbangan berkelanjutan tidak terlepas dari program Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) yang digagas oleh International Civil Aviation Organization (ICAO).
Program ini bertujuan mencapai pertumbuhan netral karbon di sektor penerbangan internasional dengan menstabilkan total emisi CO₂ pada tingkat tahun acuan yang ditetapkan sebesar 85 persen.
ICAO telah menetapkan bahwa pada tahun 2021-2023 merupakan fase rintisan, tahun 2024-2026 sebagai fase partisipasi sukarela, dan tahun 2027-2035 sebagai fase partisipasi wajib.
“Sebagai negara anggota ICAO, tentu Indonesia juga wajib mengikuti program CORSIA ini. Semua stakeholder di industri penerbangan nasional wajib mengimplementasikannya,” kata Denon dalam keterangannya, Kamis (16/10/2025).
Denon menambahkan, INACA sebagai perwakilan maskapai penerbangan nasional berharap agar program CORSIA di Indonesia terus berkembang sesuai mandat dari ICAO.
Dengan begitu, tujuan pengurangan emisi CO₂ di sektor penerbangan dapat tercapai, sekaligus menjaga agar industri tetap beroperasi secara efektif dan efisien, serta kepentingan masyarakat tetap terlayani dengan baik.
INACA juga berharap seluruh pemangku kepentingan penerbangan, baik dari regulator, operator, maupun masyarakat, dapat berperan aktif dalam menyusun peta jalan pengurangan emisi CO₂ di penerbangan Indonesia.
“Diharapkan peta jalan tersebut diperkuat dengan regulasi yang mengikat agar implementasinya dapat berjalan berkelanjutan,” ujarnya.
Pada momentum HUT ke-55 tahun ini, INACA turut memberikan penghargaan kepada sejumlah bandara di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports).
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil survei kepuasan pelanggan atau Customer Satisfaction Index (CSI) terhadap 32 bandara yang dilakukan INACA bersama InJourney Airports pada Mei hingga Juni 2025.
Berdasarkan hasil survei tersebut, INACA memberikan penghargaan kepada empat bandara, yakni Bandara Frans Kaisiepo Biak, Papua, sebagai The Best Airport for -2 Million Passenger Per Annum; Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau, sebagai The Best Airport for 2–5 Million Passenger Per Annum; Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur, sebagai The Best Airport for 5+ Million Passenger Per Annum; serta Bandara Internasional Yogyakarta, Kulon Progo, DIY, sebagai The Most Improved Airport for Services. I
NACA berharap penghargaan tersebut dapat memacu pengelola bandara di seluruh Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada para penggunanya. (*)

Discussion about this post