SERANG, BANPOS – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi, meminta seluruh pihak menjadikan insiden di SMA Negeri 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, sebagai bahan evaluasi bersama agar tidak terulang di sekolah lain.
Menurut Deden, kesepakatan yang tercapai antara pihak sekolah, orang tua siswa, dan kuasa hukum menjadi wujud dari kerendahan hati semua pihak dalam menyikapi persoalan tersebut.
Ia berharap, langkah itu menjadi awal pemulihan situasi belajar mengajar di sekolah.
“Hasil dari kerendahan hati semua pihak, apa yang terjadi kemarin sudah disepakati untuk jadi bahan evaluasi dan koreksi. Sekarang yang penting memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik,” kata Deden saat melakukan kunjungan di SMAN 1 Cimarga pada Kamis (16/10).
Ia menekankan pentingnya menjaga suasana belajar yang kondusif pasca peristiwa ini. Baik bagi siswa maupun guru.
Siswa, kata dia, harus bisa mengikuti pembelajaran tanpa tekanan, sementara guru diharapkan tetap fokus memberikan materi dengan baik.
Deden juga mengapresiasi kehadiran orang tua murid dan tim pendamping hukum dalam proses penyelesaian masalah.
Kehadiran mereka menunjukkan komitmen semua pihak untuk mencari solusi bersama, bukan memperuncing persoalan.
“Harapannya, pembelajaran di SMA Negeri 1 Cimarga bisa kembali normal. Bukan hanya di sana, tapi juga menjadi pembelajaran bagi sekolah-sekolah lain di Banten,” ujarnya.
“Jika semua sudah saling menerima dan memaafkan, maka tugas kita memastikan KBM berjalan baik,” tandasnya. (*)







Discussion about this post