CILEGON, BANPOS – Derwakilan Rakyat Dearah (DPRD) Kota Cilegon mendukung penuh para pemuda di daerahnya untuk memiliki skill atau kemampuan di era yang serba digital seperti saat ini.
Wakil Ketua I DPRD Cilegon, Sokhidin, menegaskan mendukung penuh adanya Kampung Programming sebagai solusi nyata di masyarakat dan bisa berkontribusi mengurangi pengangguran.
Dengan penguasaan berbagai bidang keahlian baik itu dunia digital maupun kemampuan berbahasa asing, para pemuda diharapkan bisa mengurangi pengangguran.
“Pemuda Cilegon harus mandiri di era digital dan persaingan zaman seperti saat ini. Terbentuknya Kampung Programming ini kita harapkan menjadi solusi yang dinantikan oleh pemuda,” ujar politisi senior Partai Gerindra di kantornya, Selasa (14/10).
Menurutnya di tengah tantangan pengangguran yang kian masif, dengan inisiatif pembentukan Kampung Programming Harapan Denok di Kelurahan Lebak Denok, Citangkil, Cilegon, adalah menjadi kemandirian bersama.
Menurut Sokhidin, adanya Kampung Programming juga diharapkan bisa mengupayakan kegiatan keberlanjutan.
Untuk diketahui, operasional dan pendirian Kampung Programming ini tidak memnggunakan anggaran pemerintah, akan tetapi sepenuhnya ditopang oleh pihak eksternal.
Namun demikian, meski tidak ada anggaran dari pemerintah, kegiatan program tersebut dipastikan tetap berjalan, yang mana banyak dukungan dari para donatur.
Ia menegaskan, sejumlah donator yang turut membantu secara signifikan, khususnya dalam bentuk fisik, adalah anggota DPR RI Fraksi Gerindra Dapil Banten II Annisa Maharani Azzahra Mahesa, dengan telah menyumbangkan 10 unit laptop.
“Bantuan ini sangat krusial, mengingat dari 60 peserta didik, hanya dua orang yang memiliki laptop pribadi. Sokhidin, yang juga sebagai kader Gerindra ini menjelaskan bahwa ketersediaan laptop ini mempercepat proses pembelajaran,” terang Sokhidin.
Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan program ini tidak hanya sebatas pada pada programming saja akan tetapi juga memperluas jangkauannya dengan memberikan kursus bahasa asing, seperti bahasa Mandarin, Korea, dan Inggris.
Dijelaskan Sokhidin, pelatihan bahasa ini merupakan hasil kerja sama strategis dengan beberapa perguruan tinggi dan industri di Banten, sebagai bekal tambahan bagi lulusan agar lebih kompetitif di dunia kerja.
“Tujuan kita adalah untuk masyarakat. Di tengah banyaknya pengangguran, kami berharap Kampung Programming bisa sedikit membantu mengentaskan pengangguran,” tandas Sokhidin.
Program ini, kata Sokhidin memiliki visi program yang selaras dengan upaya pemerintah pusat dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas. (*)



Discussion about this post