CILEGON, BANPOS – Penyaluran dana Program CSR (Corporate Social Responsibility) di Kota Cilegon membutuhkan keseriusan semua pihak.
Selama ini, CSR masih dilakukan secara sepihak oleh ratusan perusahaan yang tersebar di Kota Cilegon dan belum terkoordinir secara baik, sehingga terkesan jalan masing-masing.
Kesan lainnya, perusahaan penyalur CSR selama ini diketahui tak ada komunikasi secara intens dengan Pemerintah Kota Cilegon, sehingga kegiatan yang dilaksanakan hanya sebatas seremonial belaka.
Pelaksanaa CSR yang asal jadi ini membuat keprihatinan tersendiri bagi Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ichwan.
Rizki menilai, kelemahan penyaluran dana CSR oleh perusahaan selama ini hanya sekedar pemanis saja.
Politisi Partai Golkar ini berharap agar penyaluran dana CSR di Kota Cilegon ke depannya tidak lagi bersifat seremonial saja, seperti memberikan santunan atau bantuan, beasiswa dan kegiatan fisik lainnya.
Menurutnya, Transformasi Tata Kelola CSR harus segera dilakukan. Hal ini penting dilakukan agar tidak melulu mengemas acara yang bersifat simbolik dan pemanis bagi perusahaan.
“Para pemangku kepetingan di perusahaan di Cilegon harus sudah berani merubah paradigma terkait penyaluran CSR. Transformasi pengelolaan dan penyaluran dana CSR yang berdampak berkelanjutan harus kita mulai. Selama ini CSR dengan kegiatan seremonial tidak berdampak berkelanjutan,” kata Rizki, akhir pekan lalu.
Atas problem ini, Rizki menyodorkan konsep Transformasi CSR ke arah pemberdayaan masyarakat, seperti dengan melakukan pengembangan dan pelatihan soft skill seperti keterampilan komputer, desain grafis, event organizer (EO) serta keterampilan lainnya.
“Transformasi pergeseran konsep CSR dari sekadar filantropi atau kewajiban sesaat, kini perusahaan harus berfokus pada kegiatan keberlanjutan melalui inovasi, dan pelatihan keterampilan untuk mencapai dampak sosial dan lingkungan yang lebih luas,” ujar Rizki.
Selain itu, ke depannya program CSR harus lebih diselaraskan dengan Program Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon yang digabungkan dalam buku besar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Ia mencontohkan program CSR tentang keterampilan pemuda Cilegon menjadi EO. Ilmu EO yang diperoleh dari pelatihan akan memiliki dampak berkelanjutan, dimana selama ini banyak perusahaan yang menggelar acara dengan menyewa EO.
“Mereka para pemuda yang dilatih menjadi EO professional ini maka bisa dilibatkan ketika perusahaan menggelar acara. Di sini dampak program CSR bisa dirasakan langsung oleh masyarakat atas andil pihak perusahaan. Inilah tujuan utama dari transformasi program CSR yang kita inginkan,” papar Rizki.
Contoh program lainnya yakni apabila industri melaksanakan program beasiswa, harus diintegrasikan dengan Dinas Pendidikan, sehingga jelas mana yang ditanggung APBD dan mana yang dicover industri. Hal ini juga berlaku untuk program upgrading SDM di BLK/Disnaker.
“Transformasi CSR berkelanjutan ini nantinya harus dikomunikan dengan program Pemkot Cilegon agar tercipta perpaduan program CSR dengan program pembangunan yang dijalankan oleh Pemkot Cilegon menuju Cilegon Juare,” ucap Rizki.
Ia berharap perusahaan kini mengintegrasikan CSR untuk transparansi pemberdayaan masyarakat, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi semua pemangku kepentingan.
Untuk diketahui CSR yang diintegrasikan ke dalam strategi keberlanjutan korporasi bukan hanya meningkatkan citra perusahaan, tetapi juga menciptakan keunggulan kompetitif jangka panjang.
Gambaran Penerapan Progarm CSR dari Masa ke Masa:
- Penerapan Kegiatan Seremonial: CSR lebih bersifat seremonial, dilakukan secara sesaat, dan hanya untuk terlihat sebagai pemanis perusahaan di lingkungan masyarakat.
- Menuju Transformasi: CSR bertransformasi di mana perusahaan harus mulai merubah pola kegiatan sebagai bagian dari investasi mereka, bukan hanya sebagai program sampingan dan Fokus pada Keberlanjutan serta Nilai Jangka Panjang
- Transformasi CSR bergeser dari aktivitas jangka pendek menjadi konsep pengembangan berkelanjutan.
- Perusahaan tidak hanya berinvestasi dalam program CSR untuk citra baik, tetapi juga untuk mengurangi biaya jangka panjang dan menciptakan keuntungan (reward) jangka panjang bagi perusahaan dan masyarakat.
- CSR tidak lagi hanya sebatas tanggung jawab publik relations.
- Melalui kolaborasi, program CSR yang efektif dapat memperkuat dan memberdayakan komunitas lokal, menyediakan akses terhadap layanan dasar, dan mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif.



Discussion about this post